Tak hanya itu, udara di wilayah itu memiliki bau yang tajam. Seperti dikutip dari Huffington Post, Jumat (17/1/2014), akibat polusi asap pekat itu penduduk Beijing harus mengenakan masker saat berada di luar ruangan.
"Saya tidak bisa melihat gedung-gedung tinggi yang ada di seberang jalan pagi ini," ujar seorang pengatur lalu lintas Zhang di sebuah persimpangan jalan di Beijing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah Beijing mengatakan bahwa kabut hari Kamis ini telah mengurangi jarak pandang ratusan meter. Diperkirakan keadaan ini akan berlanjut hingga hari Jumat ini.
Polusi udara yang parah juga terjadi di kota-kota di China. Di sana, lingkungan hijau banyak yang dikorbankan demi membangun perekonomian. Pembakaran batu bara dan asap mobil menjadi sumber polusi di tempat itu.
Namun beberapa tahun terakhir China telah meningkatkan peraturan dan berjanji akan mengalokasikan anggarannya untuk memerangi polusi.
(/rmd)










































