Curtis Reeves (71) dijerat dakwaan pembunuhan atas tewasnya Chad Oulsan (43) pada Senin (13/1) lalu. Jika terbukti bersalah, Reeves terancam hukuman penjara seumur hidup.
Kantor Sheriff Pasco County seperti dilansir Fox News, Rabu (15/1/2014) menuturkan, awalnya Reeves menegur Oulson agar berhenti menggunakan telepon genggamnya untuk mengirimkan SMS di dalam bioskop di Wesley Chapel, Florida. Sesuai aturan bioskop tersebut, penggunaan telepon genggam dilarang saat penayangan film berlangsung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Merasa diserang, Reeves mengeluarkan pistolnya yang disimpan di saku celana dan menembakkannya ke arah Oulson. Tembakan tersebut mengenai bagian dada Oulson dan menewaskannya. Kepada polisi, Reeves mengakui dirinya melepas tembakan karena takut diserang oleh Oulson.
Insiden ini cukup mengagetkan jika dikaitkan dengan kiprah Reeves saat masih bertugas sebagai polisi aktif. Reeves menjadi polisi selama lebih dari dua dekade hingga akhirnya pensiun pada tahun 1993 lalu. Selama menjadi polisi aktif, Reeves banyak mendapat banyak pujian.
Reeves secara rutin menerima hasil evaluasi luar biasa dan mendapat banyak surat pujian atas kemampuan kepemimpinannya dan keterampilannya dalam pelatihan lembaga lain. "Tidak peduli apa yang telah dilakukannya sebelumnya dalam hidupnya. Anda tidak seharusnya menembak orang lain karena insiden SMS," ujar Sheriff Chris Nocco.
Sebagai seorang polisi, Reeves kerap dipuji atas kemampuannya menyelesaikan masalah dan kemampuannya menangani situasi penuh tekanan.
"Kapten Reeves tidak hanya memiliki kemampuan untuk bertindak tegas ketika diperlukan, tapi juga pandangan yang matang dalam melakukan tindakan yang tepat demi menghindari konflik," sebut atasan Reeves soal catatan kinerjanya ketika masih menjadi polisi aktif.
Namun pada awal-awal kariernya, menurut atasannya, Reeves memiliki kecenderungan tidak sabaran dalam bertugas. Tahun 1968 silam, dia pernah ditegur karena menggunakan senjata api dengan sembrono.
(nvc/fdn)











































