Bangkok Memanas, Demonstran Ditembaki Kelompok Bersenjata Tak Dikenal

Bangkok Memanas, Demonstran Ditembaki Kelompok Bersenjata Tak Dikenal

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 15 Jan 2014 10:59 WIB
Bangkok Memanas, Demonstran Ditembaki Kelompok Bersenjata Tak Dikenal
Bangkok, -

Situasi di Bangkok, Thailand kian memanas. Dua orang terluka akibat penembakan yang terjadi saat aksi demo oposisi yang terus berlangsung di Bangkok.

Menurut pusat emergensi Erawan seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (15/1/2014), kedua korban yang terdiri dari seorang pria dan seorang wanita itu dilarikan ke rumah sakit dengan luka-luka tembak yang ringan. Keduanya terluka setelah sejumlah tembakan dilepaskan ke arah para demonstran menduduki jantung bisnis Bangkok.

Saat ini, keduanya telah dibolehkan meninggalkan rumah sakit. Belum diketahui siapa pelaku penembakan. Tayangan televisi memperlihatkan puluhan tembakan dilepaskan oleh sekelompok pria bersenjata tak dikenal dalam aksi demo antipemerintah itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa orang termasuk seorang polisi telah tewas akibat tembakan penyerang tak dikenal sejak aksi-aksi demo ini pecah sekitar dua bulan lalu.

Sebelumnya pada Selasa, 14 Januari malam waktu setempat, bahan peledak juga dilemparkan ke rumah milik keluarga pemimpin oposisi Abhisit Vejjajiva, yang merupakan mantan Perdana Menteri (PM) Thailand. Tak ada yang terluka dalam insiden itu. Partai Demokrat pimpinan Abhisit termasuk yang memboikot pemilu yang rencananya akan digelar pada 2 Februari mendatang.

Hingga saat ini aksi demo untuk menuntut pengunduran diri PM Yingluck Shinawatra terus berlangsung. Para demonstran telah bertekad untuk terus melakukan aksi ini hingga PM Yingluck meletakkan jabatannya karena dianggap sebagai boneka kakaknya, mantan PM Thaksin Shinawatra.

PM Yingluck sebelumnya telah mengumumkan untuk menggelar pemilu pada Februari mendatang menyusul aksi-aksi demo antipemerintah yang telah berlangsung dua bulan terakhir. Namun para demonstran bertekad untuk menggagalkan pemilu tersebut. Mereka khawatir pemilu tersebut hanya akan digunakan untuk mempertahankan dominasi politik keluarga Shinawatra yang kaya-raya.



(ita/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini