Bencana ini terjadi di saat wilayah setempat masih belum pulih sepenuhnya usai serangan mematikan topan Bopha pada 2012 lalu. Hujan lebat yang terus mengguyur bagian timur pulau Mindanao pada akhir pekan lalu, telah menimbulkan penderitaan baru bagi warga setempat yang selamat dari Topan Bopha.
"Sungai-sungai besar meluap, yang menyebabkan orang-orang terkena banjir di daerah-daerah yang masih dalam pemulihan usai Topan Pablo," kata pejabat unit pertahanan sipil setempat, Franz Irag kepada kantor berita AFP, Selasa (14/1/2014).
Topan Pablo adalah sebutan warga lokal untuk Topan Bopha. Bopha yang melanda wilayah Mindanao pada Desember 2012 lalu, menyebabkan 1.900 orang tewas ataupun hilang.
"Banyak korban yang belum bisa membangun kembali rumah mereka dan masih tinggal di penampungan sementara ketika mereka diterjang banjir baru," cetus Irag.
Dikatakan Irag, banjir dan tanah longsor tersebut merenggut delapan nyawa di provinsi Davao Oriental dan lima nyawa di Compostela Valley. Selain itu, enam orang tewas tertimpa tanah longsor di pulau Dinagat sementara tiga orang lainnya tewas tenggelam di daerah sekitarnya.
Cuaca buruk ini juga menyebabkan lebih dari 194 ribu orang meninggalkan rumah-rumah mereka. Saat ini, kondisi cuaca mulai membaik dan sebagian yang mengungsi di tempat-tempat pengungsian pemerintah, kini sudah kembali ke rumah-rumah mereka.
(ita/ita)











































