Banjir dan Tanah Longsor di Filipina Tewaskan 22 Orang

Banjir dan Tanah Longsor di Filipina Tewaskan 22 Orang

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 14 Jan 2014 14:47 WIB
Banjir dan Tanah Longsor di Filipina Tewaskan 22 Orang
Foto: EPA
Manila, - Jumlah korban jiwa akibat banjir dan tanah longsor di Filipina terus bertambah. Sejauh ini, 22 orang telah tewas dan hampir 200 ribu orang lainnya mengungsi menyusul bencana alam yang melanda wilayah Filipina selatan.

Bencana ini terjadi di saat wilayah setempat masih belum pulih sepenuhnya usai serangan mematikan topan Bopha pada 2012 lalu. Hujan lebat yang terus mengguyur bagian timur pulau Mindanao pada akhir pekan lalu, telah menimbulkan penderitaan baru bagi warga setempat yang selamat dari Topan Bopha.

"Sungai-sungai besar meluap, yang menyebabkan orang-orang terkena banjir di daerah-daerah yang masih dalam pemulihan usai Topan Pablo," kata pejabat unit pertahanan sipil setempat, Franz Irag kepada kantor berita AFP, Selasa (14/1/2014).

Topan Pablo adalah sebutan warga lokal untuk Topan Bopha. Bopha yang melanda wilayah Mindanao pada Desember 2012 lalu, menyebabkan 1.900 orang tewas ataupun hilang.

"Banyak korban yang belum bisa membangun kembali rumah mereka dan masih tinggal di penampungan sementara ketika mereka diterjang banjir baru," cetus Irag.

Dikatakan Irag, banjir dan tanah longsor tersebut merenggut delapan nyawa di provinsi Davao Oriental dan lima nyawa di Compostela Valley. Selain itu, enam orang tewas tertimpa tanah longsor di pulau Dinagat sementara tiga orang lainnya tewas tenggelam di daerah sekitarnya.

Cuaca buruk ini juga menyebabkan lebih dari 194 ribu orang meninggalkan rumah-rumah mereka. Saat ini, kondisi cuaca mulai membaik dan sebagian yang mengungsi di tempat-tempat pengungsian pemerintah, kini sudah kembali ke rumah-rumah mereka.

(ita/ita)


Berita Terkait