Para terdakwa itu dinyatakan bersalah telah membantu para penyerang perusahaan Amerika Serikat di kota Yanbu. Tujuh di antara para terdakwa tersebut merupakan kakak-beradik. Demikian diberitakan kantor berita Saudi, SPA dan dilansir AFP, Senin (13/1/2014).
SPA menyatakan, terdakwa yang divonis mati terbukti membuat bahan peledak yang digunakan dalam serangan itu. Dia juga telah menerima pelatihan dari seorang anggota Al-Qaeda yang tewas dalam serangan itu. Serangan tersebut menewaskan dua warga AS, dua warga Inggris, seorang warga Australia dan seorang warga Kanada serta seorang warga Saudi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Persidangan kasus ini telah dimulai pada Mei 2011 lalu dan melibatkan empat militan lainnya yang tewas dalam serangan itu.
Serangkaian serangan mematikan Al-Qaeda melanda kerajaan kaya minyak itu antara tahun 2003 dan 2006 silam. Hal itu memicu otoritas Saudi untuk melancarkan operasi pemberantasan para militan Al-Qaeda.
Akibat operasi besar-besaran ini, banyak anggota jaringan teroris itu yang memindahkan markas mereka ke negeri tetangga Yaman. Mereka inilah yang membentuk kelompok Al-Qaeda di Semenjung Arab, Al-Qaeda in the Arabian Peninsula (AQAP) yang oleh Washington dianggap sebagai cabang Al-Qaeda paling berbahaya.
(ita/ita)











































