Dua distrik di wilayah Stavropol dalam kondisi siaga tinggi setelah temuan keenam jenazah itu. Wilayah Stavropol berbatasan dengan wilayah Krasnodar yang menjadi lokasi resor Laut Hitam di Sochi yang merupakan kota tempat diselenggarakannya Olimpiade Musim Dingin.
"Operasi pemberantasan terorisme diluncurkan sejak tengah malam pada 9 Januari di distrik Predgorny dan Kirov yang ada di wilayah Stavropol," demikian bunyi pernyataaan otoritas setempat, seperti dilansir AFP, Jumat (10/1/2014).
Televisi setempat, Rossiya 24 menunjukkan sejumlah polisi anti huru-hara yang berpatroli di distrik Kirov. Polisi juga melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap warga setempat sebagai bentuk antisipasi.
Dalam laporannya, Rossiya 24 menyebutkan, tiga jasad yang berjenis kelamin laki-laki telah berhasil diidentifikasi. Salah satu korban tewas diketahui berprofesi sebagai sopir taksi.
Seorang sumber keamanan setempat menuturkan, salah satu jasad ditemukan di dalam mobil dengan luka tembak di bagian kepala. Jenazah tersebut diyakini sebagai warga setempat. Ketika polisi melakukan pemeriksaan, sebuah bom rakitan meledak di lokasi berjarak sekitar 20 meter dari lokasi pertama. Tidak ada korban jiwa akibat ledakan tersebut. Polisi berhasil menjinakkan sebuah bom rakitan lainnya di dekat lokasi kejadian.
Dua bom tersebut berukuran kecil namun diisi dengan baut sehingga diprediksi bisa menimbulkan luka parah bagi korban yang terkena ledakannya. Bom semacam ini mirip dengan yang biasa digunakan militan di wilayah Rusia bagian selatan.
Masih menurut sumber keamanan tersebut, dua jasad lainnya ditemukan di dalam mobil yang berbeda, tepatnya di kursi belakang dan juga di dalam bagasi mobil jenis Lada. Dua jasad lagi ditemukan di dalam mobil lain yang diparkir di lokasi kejadian. Jasad terakhir ditemukan tergeletak begitu saja di jalanan dekat area parkir tersebut.
Kepolisian setempat mengklasifikasikan kasus ini sebagai pembunuhan berantai. Diperkirakan waktu pembunuhan hanya berlangsung dalam 24 jam. Penyelidikan atas kasus ini masih terus dilakukan.
Belum ada pihak atau kelompok tertentu yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini. Namun sejumlah media setempat melaporkan, pelaku penyerangan dan pembunuhan ini berasal dari wilayah Dagestan, North Caucasus, yang memang menjadi tempat persembunyian para militan setempat. Terlebih temuan ini terjadi setelah serangkaian serangan bom melanda wilayah Rusia, tepatnya di Volgograd yang menewaskan total 34 orang. Ledakan bom itu terjadi di dua lokasi terpisah, yakni di stasiun kereta dan menimpa sebuah bus.
(nvc/ita)











































