Hal tersebut diungkapkan salah seorang pencari suaka asal Sudan. Pria bernama Yousif Ibrahim tersebut mengklaim, mereka diborgol dan diejek sebagai monyet-monyet dari Afrika.
"Kami minta minum, mereka tidak memberikannya. Mereka menyebut kami dengan kata-kata tidak manusiawi, seperti monyet-monyet dari Afrika," tutur Ibrahim seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (9/1/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ibrahim menambahkan, dua anak-anak yang sedang sakit juga tidak diberikan kesempatan untuk dirawat ataupun mendapatkan perawatan ringan.
Namun Menteri Imigrasi Australia Scott Morrison menolak mengomentari klaim yang dilontarkan Ibrahim dan pencari suaka lainnya. Morrison menegaskan, para personel Australia bertindak dengan sangat profesional.
Ibrahim termasuk di antara 45 imigran yang bertolak dari Indonesia untuk menembus lautan ganas menuju Australia bulan lalu. Namun kapal mereka dicegat di perairan Australia oleh tiga kapal Angkatan Laut Australia dan dihalau kembali ke wilayah Indonesia. Hal ini sesuai dengan kebijakan baru terkait pencari suaka yang diberlakukan pemerintahan Perdana Menteri Tony Abbott.
(ita/nrl)











































