Angkatan Laut Australia Sebut Pencari Suaka 'Monyet dari Afrika'

Angkatan Laut Australia Sebut Pencari Suaka 'Monyet dari Afrika'

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 09 Jan 2014 17:08 WIB
Angkatan Laut Australia Sebut Pencari Suaka Monyet dari Afrika
Canberra, - Para pencari suaka yang mencoba mencapai Australia mengaku mendapat perlakuan buruk dari Angkatan Laut Australia yang mencegat kapal mereka. Mereka diborgol, dihina dan bahkan ada yang dipukuli dengan sepatu saat mereka diusir dan dikembalikan ke perairan Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan salah seorang pencari suaka asal Sudan. Pria bernama Yousif Ibrahim tersebut mengklaim, mereka diborgol dan diejek sebagai monyet-monyet dari Afrika.

"Kami minta minum, mereka tidak memberikannya. Mereka menyebut kami dengan kata-kata tidak manusiawi, seperti monyet-monyet dari Afrika," tutur Ibrahim seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (9/1/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pria berumur 28 tahun itu menambahkan, empat pencari suaka lainnya mengalami luka bakar di tangan mereka karena dipaksa memegang pipa panas di kapal mereka. Hal itu sebagai hukuman karena mereka meminta izin pergi ke toilet.

Ibrahim menambahkan, dua anak-anak yang sedang sakit juga tidak diberikan kesempatan untuk dirawat ataupun mendapatkan perawatan ringan.

Namun Menteri Imigrasi Australia Scott Morrison menolak mengomentari klaim yang dilontarkan Ibrahim dan pencari suaka lainnya. Morrison menegaskan, para personel Australia bertindak dengan sangat profesional.

Ibrahim termasuk di antara 45 imigran yang bertolak dari Indonesia untuk menembus lautan ganas menuju Australia bulan lalu. Namun kapal mereka dicegat di perairan Australia oleh tiga kapal Angkatan Laut Australia dan dihalau kembali ke wilayah Indonesia. Hal ini sesuai dengan kebijakan baru terkait pencari suaka yang diberlakukan pemerintahan Perdana Menteri Tony Abbott.

(ita/nrl)


Berita Terkait