AS juga memperingatkan Korea Utara (Korut) atas segala provokasi terhadap Korsel dan negara lain. Menteri Luar Negeri AS, John Kerry bertemu dengan Menteri Luar Negeri Korsel Yun Byung Se di Washington, AS menyusul keprihatinan yang muncul setelah pemimpin Korut Kim Jong Un mengeksekusi pamannya sendiri.
"Kami tidak akan menerima Korut sebagai negara nuklir," ujar Menlu Kerry dalam konferensi pers seperti dilansir AFP, Rabu (8/1/2014).
"Kami akan tetap berkomitmen untuk membantu pertahanan Republik Korea, termasuk memperluas pencegahan dan mengerahkan seluruh kemampuan militer AS di wilayah tersebut," imbuhnya merujuk pada Korsel.
"Kami akan terus memodernisasi kemampuan kami agar bisa menghadapi setiap ancaman yang muncul," tegas Kerry.
Pihak Pentagon menyatakan, militer AS akan mengerahkan 800 tentara, kendaraan dan tank baja mulai bulan depan. Tentara dan tank tersebut akan dikirimkan ke kamp Hovey dan Stanley yang ada di dekat garis demarkasi Korsel dengan Korut.
Selama ini, AS terus melakukan pengerahan personel militer secara rotasional. Hal ini merupakan bagian dari strategi AS terhadap wilayah Asia-Pasifik yang mulai menancapkan pengaruhnya di dunia.
Juru bicara Pentagon, Kolonel Steven Warren menuturkan, sekarang terdapat 28.500 tentara AS yang bertugas di wilayah Korsel. Penambahan pasukan ini, menurut Warren, sudah direncanakan sejak lama.
(nvc/ita)











































