Pertama Kali, Pemerintah China Musnahkan 6,83 Ton Gading Ilegal

Pertama Kali, Pemerintah China Musnahkan 6,83 Ton Gading Ilegal

Prins David Saut - detikNews
Rabu, 08 Jan 2014 04:50 WIB
Pertama Kali, Pemerintah China Musnahkan 6,83 Ton Gading Ilegal
Reuters
Jakarta - Pemerintah China memusnahkan 6,83 ton gading gajah hasil selundupan dari sejumlah negara di Afrika dan Asia di hadapan publik. Pemusnahan ini dilakukan pertama kali oleh pemerintah China sejak komitmennya terhadap penyelundupan hewan dipertanyakan dunia internasional.

Seperti yang dilansir oleh Reuters, Selasa (7/1/2014) malam, pemusnahan dilakukan di depan perwakilan Konvensi Internasional Perdagangan Spesies Langka (CITES) dan media. Tindakan ini kemudian dinilai sebagai langkah awal pemerintah China untuk melawan aksi perdagangan ilegal gading gajah.

"China sedang mengirim pesan yang sangat kuat dan siap untuk tidak mentolerir perdagangan ilegal gading gajah," kata Sekretaris Jenderal CITES, John Scanlon.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

China adalah negara yang memiliki permintaan atas gading gajah tertinggi di dunia. Sejak 5.000 tahun lalu, gading gajah diolah menjadi beragam produk kerajinan seperti patung Buddha atau vas bunga. Aktivis anti penyelundupan setempat menilai tren penyelundupan gading terus meningkat di China.

"Ada peningkatan tren gading yang diselundupkan ke China, sekitar 10 persen setiap tahunnya. Kita harus berusaha keras untuk mengatasi hal ini," kata peneliti bernama Yang Liu Ying tersebut.

Permintaan gading di China berkembang seiring pertumbuhan penduduk China dan ekonomi di negara tirai bambu itu. Pemerintah China kini mengancam penyelundup gading penjara seumur hidup dan melarang perdagangan gading di negerinya.

CITES mencatat sedikitnya 22.000 gajah dibunuh dan gadingnya diambil sepanjang 2012, total populasi gajah Afrika saat ini diperkirakan berkisar antara 420.000-650.000 ekor. Hong Kong diduga menjadi daerah transit perdagangan gading secara ilegal karena ditemukan 32,6 ton gading yang disita pada tanggal 23 Januari lalu.

(vid/rmd)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini