Frank Bwalya yang merupakan pemimpin Aliansi untuk Zambia yang Lebih Baik (Alliance for a Better Zambia) dituding menyebut Presiden Michael Sata sebagai 'Chumbu Musholowa' dalam acara radio setempat pada Senin (6/1) kemarin.
'Chumbu Musholowa' dalam bahasa Bemba, yang digunakan di Zambia, secara harfiah berarti ubi atau dalam bahasa Inggrisnya 'sweet potato'. Chumbu Musholowa yang mudah patah ketika dibengkokkan ini, biasa digunakan untuk menggambarkan seseorang yang tidak mau mendengarkan nasihat orang lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika dinyatakan bersalah, Bwalya terancam hukuman maksimal 5 tahun penjara.
Bwalya yang mantan pastur Katolik ini sempat menjadi pendukung Presiden Sata ketika dia masih bergabung dalam kelompok oposisi. Setelah Sata menjabat presiden menggantikan Rupiah Banda, Bwalya menjadi pemimpin oposisi dan kerap kritis terhadap Sata.
Insiden semacam ini bukan yang pertama kali terjadi dalam masa pemerintahan Presiden Sata. Pada September lalu, pemimpin Pergerakan Demokrasi Multipartai Nevers Sekwila Mumba sempat diinterogasi polisi setelah menyebut Presiden Sata sebagai pembohong.
Lebih lanjut, Chanda menilai penangkapan ini sedikit aneh karena pada zaman Presiden Banda, Sata juga kerap mengkritisi dan menghinanya.
"Presiden Sata merupakan pria yang sama ketika dia diwawancara radio kerap menghina mantan Presiden Banda dan juga Mwanawasa dan tidak ada yang menangkapnya," tandasnya.
(nvc/nwk)










































