Otoritas Amerika Serikat mempercepat pengiriman rudal dan pesawat tak berawak ke Irak. Hal ini seiring semakin gencarnya Irak dalam memerangi militan jaringan Al-Qaeda di wilayahnya.
Gedung Putih membantah bahwa maraknya serangan militan di Irak akibat keputusan Presiden Barack Obama yang menarik pasukan AS dari wilayah Irak. Pekan lalu, militan Al-Qaeda berhasil menduduki kota Fallujah yang cukup strategis di negara tersebut.
Seperti dilansir AFP, Selasa (7/1/2014), pihak Pentagon mengumumkan bahwa pengiriman lebih dari 100 rudal Hellfire dipercepat. Seharusnya rudal-rudal ini baru dikirimkan dalam beberapa bulan ke depan. Kolonel Steven Warren mengatakan, tambahan pesawat tak berawak jenis ScanEagle sebanyak 10 buah juga dikirimkan ke Irak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut pejabat AS, pihaknya telah menandatangani kontrak dengan Irak. Sebanyak 75 rudal Hellfire telah dikirimkan ke Baghdad pada pertengahan Desember 2013 lalu.
Dalam beberapa waktu terakhir, serangan kelompok militan jaringan Al-Qaeda di wilayah Irak terus meningkat. Puncaknya pada pekan lalu, ketika kelompok militan yang menamakan diri Islamic State of Iraq dan the Levant (ISIL) berhasil menduduki Fallujah.
Meskipun tentaranya telah ditarik dari wilayah Irak pada akhir tahun 2011 lalu, AS tetap menjadi mitra penting dan mitra pertahanan negara tersebut. Sejak tahun 2005, AS terus memberikan bantuan persenjataan senilai lebih dari US$ 14 miliar kepada Irak.
Lebih lanjut, Kolonel Warren menyatakan AS akan terus bekerja sama dengan Irak dalam pengembangan strategi demi memerangi jaringan militan yang terkait dengan Al-Qaeda. Namun, lanjutnya, kerja sama tersebut bukan berarti tentara AS akan kembali diterjunkan ke wilayah Irak.
"Kami tidak akan mengirimkan kembali tentara kami ke Irak," ucapnya. Sekitar 100 personel militer AS saat ini masih ditempatkan di Kedubes AS di Baghdad.
Menurutnya, AS akan terus memberikan bantuan intelijen dan nasihat bagi pemerintahan Irak, terutama tingkat menteri. Namun bantuan tersebut tidak akan masuk hingga ke operasional langsung di lapangan.
(nvc/ita)











































