Adalah Colleen LaRose (50). Dia adalah perempuan asal Pennsylvania dan merupakan seorang mualaf. Dia mengaku bersalah atas konspirasi pemberian dukungan kepada kelompok teroris, membuat pernyatan palsu.
"Kasus ini menggarisbawahi sifat berkembang dari ancaman terorisme yang dihadapi negara saat ini," kata pengacara negara untuk Distrik Timur Pennsylvania, Zane David, seperti dilansir AFP, Selasa (7/1/2014)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan dokumen pengadilan, LaRose dan kelompoknya melakukan perekrutan kader melalui jejaring internet. Rencana yang dilakukan adalah dengan melakukan kekerasan di Asia Selatan dan Eropa.
LaRose juga merekrut para kaum hawa yang memiliki paspor serta kemampuan untuk bepergian bebas ke seluruh Eropa.
Dia juga menerima langsung perintah untuk melakukan pembunuhan terhadap kartunis asal Swedia, Lars Vilks, yang telah membuat marah umat muslim dengan menggambarkan sosok Nabi Muhammad. LaRose percaya dengan kewarganegaraan Amerika dan penampilannya itu dia dapat berbaur dengan warga.
Upaya itu dia lakukan agar perencanaan penyerangan berjalan lancar. LaRose sempat pergi ke Eropa dan melacak keberadaan Vilks secara online, namun upaya kejahatannya itu tidak berhasil.
(ahy/kha)











































