Gadis tersebut muncul di konferensi pers di Laskhar Gah, ibukota Provinsi Helmand. Kepada wartawan dia menceritakan bagaimana dirinya bisa ditangkap otoritas setempat dengan bahan peledak yang ada di dalam rompi yang dia kenakan.
Dia mengatakan, sang kakaklah yang memintanya untuk mengenakan rompi bom bunuh diri tersebut untuk peledakan di sebuah pos pemeriksaan kepolisian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Versi sang gadis, dirinya ditangkap tidak saat mengenakan rompi berisi bom. Namun menjatuhkannya saat menyeberang sungai.
"Aku melewati sungai dan memutuskan untuk menjatuhkan rompi. Adikku melarikan diri dan polisi menangkap saya," ujarnya.
Kementerian dalam negeri mengatakan, Zpozhmai merupakan adik dari seorang tokoh komandan Taliban. Sang adik dipaksa oleh kakaknya untuk mengenakan rompi tersebut dan berjalan menuju pos polisi di distrik Khanashin di Heartland Selatan.
Sejak kekuasaan digulingkan 2001 lalu, kelompok militan Taliban kerap dituduh memanfaatkan kaum anak untuk meletakan bom di tepian jalan. Para anak juga selalu dijadikan sebagai pelaku bom bunuh diri.
(ahy/kha)











































