Secara terpisah, kedua media yang sering memberitakan dokumen bocoran dari Snowden ini memuji kiprah Snowden yang berani membocorkan dokumen dan informasi rahasia milik Badan Keamanan Nasional AS serta mengungkapkan tekniknya dalam melakukan spionase. Demikian seperti dilansir AFP, Jumat (3/1/2014).
"Dia (Snowden) mungkin telah melakukan kejahatan demi membocorkan semuanya, tapi apa yang dia telah lakukan bagi negaranya merupakan pengabdian luar biasa," tulis New York Times dalam editorial-nya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu surat kabar Inggris, Guardian mendorong pemerintah AS untuk mengizinkan Snowden pulang ke AS dengan baik-baik. Guardian menyebut kiprah Snowden membocorkan operasi penyadapan AS baik di dalam negeri maupun di luar negeri, sebagai keberanian moral.
"Izinkan Snowden kembali ke AS dengan martabatnya," demikian tulis Guardian.
Tidak jauh berbeda, New York Times juga mendorong pemerintah AS untuk menawarkan kesepakatan dengan Snowden agar dia bisa pulang kembali ke AS. "Yang akan mengizinkan dia (Snowden) kembali ke rumah dan menghadapi setidaknya hukuman yang lebih ringan," tulis New York Times.
Menanggapi hal ini, Dewan Keamanan Nasional yang merupakan forum keamanan dan urusan luar negeri yang dibentuk Presiden Barack Obama menolak untuk berkomentar. Mereka menyatakan posisi pemerintah tetap pada pernyataan Gedung Putih sebelumnya, yakni tetap mengadili Snowden di bawah hukum AS karena membocorkan dokumen rahasia negara. AS menolak untuk membahas soal kemungkinan amnesti atau pengampunan langsung dari Presiden Obama untuk Snowden.
Di sisi lain, seruan New York Times dan Guardian mendapat dukungan dari American Civil Liberties Union. Sedangkan Direktur Eksekutif Human Rights Watch, Kenneth Roth juga ikut menyerukan grasi bagi Snowden.
Snowden melakukan pelanggaran besar. Pihak lain yang mengajukan keluhan biasanya diabaikan atau diadili. Dia seharusnya diampuni," tulis Roth dalam akun Twitter-nya.
(nvc/nwk)











































