Saat bom meledak, wilayah sekitar hotel yang bernama Jazira itu memang ramai. Ledakan bom ini cukup mengejutkan karena wilayah itu merupakan salah satu yang teraman di Mogadishu.
Serangan bom ini menjadi catatan buruk bagi Presiden Hassan Sheikh Mohamud, yang selama ini dielu-elukan dapat mengakhiri konflik dalam negeri di Somalia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi menyebut dua ledakan pertama merupakan aksi bom bunuh diri.
Belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas peristiwa ini. Namun tuduhan mengarah ke kelompok pemberontak Al Shabaab yang selama ini kerap terlibat serangan di Mogadishu.
"Pertama kita mendengar ledakan besar dan aparat keamanan segera melepaskan tembakan. Setelah beberapa menit, ledakan lain terjadi dan ada lebih banyak tembakan," kata seorang saksi bernama Abdullahi Abdirahman, seperti dikuti dari Reuters, Kamis (2/1/2014).
Selain 11 orang tewas, terdapat 17 orang lainnya yang mengalami luka-luka.
Pasukan perdamaian di Afrika sebenarnya telah membantu mendorong al Shabaab disingkirkan dari ibu kota sejak bulan Agustus 2011, tapi militan masih memegang kekuasaan atas sebagian dari daerah pedesaan.
(tor/tfn)











































