Rencananya, pria yang menjabat sebagai Menlu AS sejak 1 Februari itu akan melakukan kunjungan pertamanya untuk membicarakan perdamaian setelah libur Natal usai. Israel dan Palestina diharapkan dapat mencapai kesepakatan perdamaian pada Juli.
Meski demikian, Kerry tidak berharap banyak apalagi dapat menghasilkan terobosan besar selama kunjungannya nanti. Ia hanya menginginkan kedua belah pihak terdorong untuk menyepakati kerangka prinsip-prinsip yang dirancangnya, seperti keamanan, masa depan Jerusalem, dan nasib para pengungsi sesegera mungkin. Selain itu, Israel juga diharapkan mau melepas 26 tahanan Palestina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, ia sempat menolak berkomentar perihal kesepakatan yang dirancang oleh para pejabatan AS untuk April mendatang.
"Ini menjadi proses dari dua tahap, yakni mencakup kesepakatan mengenai kerangka kerja untuk negosiasi dan perjanjian status permanen atau perjanjian damai," imbuhnya.
Ia juga menambahkan, mereka sudah siap menjembatani kesenjangan antara kedua negara yang terlibat sengketa itu. Ia pun berharap dapat mencapai kesepakatan kerja ini sesegera mungkin.
(van/van)











































