"Laporan yang masuk sejak akhir pekan menyebut bahwa sedikitnya 5 pengungsi Palestina yang ada di kamp pengungsi di Yarmuk, Damaskus telah meninggal dunia karena malnutrisi, sehingga totalnya menjadi 15 orang yang tewas," ujar juru bicara badan PBB bagi pengungsi Palestina, atau yang disebut UN Relief and Works Agency (UNRWA), Chris Gunnes kepada AFP, Selasa (31/12/2013).
Gunnes memperingatkan bahwa situasi di kamp pengungsi tersebut semakin lama semakin memburuk, terutama setelah diduduki oleh tentara pemerintah Suriah. Ada sekitar 20 ribu pengungsi Palestina yang terjebak di kamp tersebut, dengan suplai makanan dan medis yang sangat terbatas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keberadaan kelompok bersenjata yang terus-menerus di wilayah tersebut sejak akhir tahun 2012 dan penutupan oleh tentara pemerintah telah menggagalkan semua upaya kemanusiaan," imbuh Gunnes.
Sebagian besar kamp pengungsian di wilayah Yarmuk, Damaskus awalnya dikuasai oleh tentara oposisi. Namun sejak setahun terakhir, wilayah tersebut dikuasai oleh tentara rezim Presiden Bashar al-Assad. Pemblokiran yang dilakukan tentara pemerintah memicu terjadi krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.
Secara terpisah, organisasi kemanusiaan setempat, Syrian Observatory for Human Rights menyebutkan bahwa kelima pengungsi Palestina yang tewas akibat kelaparan tersebut, termasuk seorang pria lanjut usia, seorang pria penyandang disabilitas dan seorang wanita.
Sejak konflik yang pecah pada Maret 2011 lalu, Suriah menjadi rumah bagi nyaris 500 ribu pengungsi Palestina. Sementara itu, lebih dari 126 ribu orang tewas terbunuh dalam konflik dan aksi kekerasan yang terjadi di Suriah sejak 2 tahun lalu.
(nvc/nwk)










































