Angin topan tropis bernama Christine ini mulai melanda wilayah barat Australia semenjak Senin (30/12) tengah malam. Dengan kecepatan melebih 170 kilometer per jam dan ditambah hujan deras, topan ini memutus aliran listrik ke beberapa kota serta merusak sejumlah rumah.
Topan ini juga memaksa sejumlah operasi pengolahan bijih besi yang marak di wilayah barat Australia untuk ditutup sementara. Demikian seperti dilansir AFP, Selasa (31/12/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sangat penting agar warga memahami betapa berbahayanya situasi yang terjadi di luar. Wilayah yang ada di barat daya akan tetap dalam kondisi 'kode merah' hingga dirasa aman untuk mencabutnya," demikian pernyataan Departemen Pemadam Kebakaran dan Urusan Darurat setempat.
"Warga harus tetap berada di dalam rumah dan di dalam tempat perlindungan, baik pengungsian ataupun gedung yang kuat dan aman," imbuh pernyataan tersebut.
Mengingat warga belum diperbolehkan keluar rumah, maka gambaran kerusakan yang ditimbulkan oleh topan ini belum bisa diketahui. Namun beberapa saksi mata menggambarkan bahwa topan ini merupakan topan terburuk yang pernah mereka lihat.
"Kami belum pernah mengalami yang seburuk ini dalam beberapa waktu," ucap Margaret Bertling yang merupakan warga Karratha kepada media setempat, ABC.
Sementara itu, di wilayah tetangga Wickham, topan ini menumbangkan pepohonan dan menerbangkan atap gedung setempat. Sebuah pohon dilaporkan tumbang dan menjatuhi sebuah rumah, membuat penghuni rumah tersebut terjebak di dalam.
Angin topan sebenarnya cukup sering terjadi di wilayah Australia bagian barat, terutama selama musim panas yang jatuh pada Desember hingga Februari. Sedikitnya ada dua topan besar yang melanda wilayah tersebut, setiap tahunnya.
(nvc/nwk)










































