"Arab Saudi memutuskan untuk memberikan bantuan dermawan ke Libanon dalam bentuk US$ 3 miliar untuk tentara Lebanon untuk memperkuat kemampuannya," kata Presiden Michel Sleiman, seperti diberitakan AFP, Minggu (29/12/2013).
Presiden Perancis Francois Hollande dalam kunjungannya ke Arab Saudi menyatakan, negaranya akan siap untuk memenuhi permintaan senjata yang akan membantu militer Libanon tersebut. Namun tidak dirinci senjata apa saja yang nantinya dipesan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ledakan besar Jumat (27/12) lalu dipicu oleh sebuah bom mobil. Bom inilah yang menewaskan Mohammad Chatah, seorang ahli ekonomi yang sempat menjabat beberapa jabatan penting di pemerintahan Libanon seperti, penasihat PM, utusan Libanon untuk AS dan pernah menjabat Menteri Keuangan Libanon. Chatah menjabat sebagai penasihat PM sejak zaman PM Fuad Siniora dan juga PM Saad Hariri.
Chatah tewas terkena ledakan saat dalam perjalanan menghadiri rapat koalisi anti-Suriah yang digelar di kediaman Hariri di pusat kota Beirut. Chatah tergabung dengan kelompok yang mendukung oposisi Suriah yang bertekad menggulingkan rezim Presiden Bashar al-Assad.
Belum diketahui kelompok yang mendalangi serangan ini. Namun diketahui satu jam sebelum ledakan terjadi, Chatah sempat menuliskan tweet yang isinya menyalahkan Hizbullah yang mendukung rezim Assad.
"Hizbullah berusaha keras untuk mendapatkan kekuatan yang sama, baik dalam keamanan dan kebijakan luar negeri seperti yang dilakukan Suriah di Libanon selama 15 tahun," tulis Chatah dalam akun Twitter-nya merujuk pada hegemoni Suriah di Libanon, baik dalam militer dan politik yang berakhir pada 2005 lalu.
(ahy/bil)











































