Dilansir dari kantor berita CNN, salah satu korban tewas tersebut adalah seorang perwira polisi. Seorang anak perempuan berusia sembilan tahun pun turut menjadi korban aksi terorisme yang terjadi pada pukul 12.45 waktu setempat.
Aksi bom bunuh diri tersebut diduga dilakukan oleh seorang perempuan. Bom meledak sebelum bomber tersebut melalui pintu metal detector stasiun. Diprediksi, bom tersebut memiliki daya ledak setara 10 kilogram TNT.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perdana Menteri Dmitry Medvedev telah menyatakan belasungkawa kepada para keluarga korban bom Volgograd. Dia memerintahkan Kementerian Darurat dan Kesehatan untuk memberikan "Semua bantuan yang diperlukan" untuk korban yang terluka .
Aksi bom bunuh diri ini kali kedua terjadi di Rusia Selatan dalam dua bulan terakhir. Sebelumnya, bom meledak kurang dari enam minggu menjelang Olimpiade Musim Dingin di Sochi, terletak kurang dari 1.000 kilometer (620 mil) dari Volgograd.
Oktober lalu, bom meledak di sebuah bus berpenumpang. Enam orang tewas dan melukai 30 penumpang lainnya. Media Rusia melaporkan bahwa seorang pembom bunuh diri merupakan perempuan Islam dari wilayah Rusia Dagestan bertanggung jawab atas serangan itu .
Volgograd, pernah disebut Stalingrad, merupakan pusat kereta api utama di wilayah ini. Aktivitas stasiun ini cukup padat setiap harinya. Selain itu, wilayah bergolak Chechnya juga terletak di bagian selatan Rusia.
(ahy/mnb)











































