"Militer tidak akan menutup atau membuka kemunginan kudeta, tetapi sebuah keputusan harus dibuat tergantung situasi," ujar Prayuth seperti dilansir dari Bangkok Post, Minggu (29/12/2013).
Prayuth mendesak pihak-pihak yang bersengkata untuk melakukan gencatan senjata. Pun, dirinya menegaskan militer tidak akan memihak kepentingan apapun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat kerusuhan yang berlarut-larut itu dua orang meninggal dan puluhan lainnya luka-luka dalam beberapa hari terakhir.
Sementara, Komisi Pemilu Thailand pada hari Kamis (26/12) lalu menyerukan agar pemilu ditunda untuk menjamin keamanan para calon anggota legislatif. Sedangkan Panglima Militer meminta semua pihak untuk menahan diri untuk mengakhiri bentrokan.
(dha/rvk)











































