Seperti dilansir Reuters, Sabtu (28/12/2013), bentrokan kembali pecah usai salat Jumat (27/12) di wilayah Kairo dan empat kota lainnya di Mesir. Kementerian Kesehatan melaporkan, 87 orang mengalami luka-luka dalam bentrokan ini.
Korban tewas pertama merupakan seorang pemuda berusia 18 tahun pendukung Ikhwanul Muslimin. Dia ditembak mati di wilayah Damietta, Nile Delta. Korban tewas kedua merupakan seorang pria yang tewas terbunuh di wilayah Minya, yang menjadi basis kelompok Islam radikal di Kairo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kementerian menambahkan, aparat keamanan Mesir menangkap sedikitnya 265 pendukung Ikhwanul Muslimin dari seluruh wilayah Mesir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 28 orang berjenis kelamin perempuan.
Bentrokan terus terjadi di wilayah Mesir terutama pasca penggulingan Mohamed Morsi dari kursi Presiden Mesir pada 3 Juli lalu. Pendukung Morsi yang juga pendukung Ikhwanul Muslimin terus melakukan unjuk rasa menyerukan pembebasan Morsi yang kini tengah menjalani persidangan di pengadilan setempat.
Sejak Selasa (24/12) lalu, kelompok Ikhwanul Muslimin dinyatakan sebagai organisasi teroris setelah serangan bom bunuh diri yang menewaskan 16 orang di kantor polisi setempat. Ikhwanul Muslimin sendiri mengecam serangan tersebut dan menyalahkan kelompok radikal yang berasal dari Semenanjung Sinai.
(nvc/ndr)











































