Bentrokan Kembali Terjadi di Mesir, 4 Orang Tewas dan 265 Orang Ditangkap

Bentrokan Kembali Terjadi di Mesir, 4 Orang Tewas dan 265 Orang Ditangkap

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 28 Des 2013 14:33 WIB
Bentrokan Kembali Terjadi di Mesir, 4 Orang Tewas dan 265 Orang Ditangkap
Seorang pendemo melemparkan bom molotov ke arah polisi (Reuters)
Kairo - Bentrokan antara pendukung Ikhwanul Muslimin dengan kepolisian Mesir kembali memakan korban jiwa. Sedikitnya 4 orang tewas dalam bentrokan tersebut, sedangkan sekitar 265 anggota Ikhwanul Muslimin ditangkap.

Seperti dilansir Reuters, Sabtu (28/12/2013), bentrokan kembali pecah usai salat Jumat (27/12) di wilayah Kairo dan empat kota lainnya di Mesir. Kementerian Kesehatan melaporkan, 87 orang mengalami luka-luka dalam bentrokan ini.

Korban tewas pertama merupakan seorang pemuda berusia 18 tahun pendukung Ikhwanul Muslimin. Dia ditembak mati di wilayah Damietta, Nile Delta. Korban tewas kedua merupakan seorang pria yang tewas terbunuh di wilayah Minya, yang menjadi basis kelompok Islam radikal di Kairo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Korban tewas ketiga dilaporkan berasal dari Kairo, namun Kementerian Dalam Negeri Mesir tidak menjelaskan lebih lanjut kronologi kematiannya. Korban tewas terakhir tewas pada Jumat (27/12) malam dalam bentrokan yang terjadi di wilayah Aswan.

Kementerian menambahkan, aparat keamanan Mesir menangkap sedikitnya 265 pendukung Ikhwanul Muslimin dari seluruh wilayah Mesir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 28 orang berjenis kelamin perempuan.

Bentrokan terus terjadi di wilayah Mesir terutama pasca penggulingan Mohamed Morsi dari kursi Presiden Mesir pada 3 Juli lalu. Pendukung Morsi yang juga pendukung Ikhwanul Muslimin terus melakukan unjuk rasa menyerukan pembebasan Morsi yang kini tengah menjalani persidangan di pengadilan setempat.

Sejak Selasa (24/12) lalu, kelompok Ikhwanul Muslimin dinyatakan sebagai organisasi teroris setelah serangan bom bunuh diri yang menewaskan 16 orang di kantor polisi setempat. Ikhwanul Muslimin sendiri mengecam serangan tersebut dan menyalahkan kelompok radikal yang berasal dari Semenanjung Sinai.

(nvc/ndr)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads