Insiden yang terjadi pada Sabtu (28/12) dini hari ini merupakan insiden terbaru dalam rangkaian unjuk rasa anti-pemerintah yang telah berlangsung selama beberapa minggu terakhir di Thailand. Para demonstran yang berasal dari kelompok oposisi menyerukan penggulingan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra.
"Korban tewas seorang pria yang berusia sekitar 30 tahun. Dia tertembak di bagian dada," ujar juru bicara dinas urusan darurat kota Erawan, seperti dilansir AFP, Sabtu (28/12/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum diketahui secara pasti pelaku penembakan tersebut. namun selama ini, sejumlah provokator memang gemar memicu ketegangan dalam unjuk rasa semacam ini.
Menanggapi seruan demonstran, PM Yingluck telah membubarkan parlemen dan mengumumkan pelaksanaan pemilu pada Februari 2014 mendatang. Yingluck berharap keputusan ini bisa mengakhiri unjuk rasa yang semakin meluas.
Namun sayangnya, tetap saja para demonstran tidak menerima keputusan tersebut. Mereka bahkan bersumpah akan memblokir pemilu mendatang, dengan alasan pemilu hanya akan mengembalikan kekuasaan kepada klan Shinawatra. Para demonstran menyerukan dibentuknya 'dewan rakyat' yang beranggotakan kelompok oposisi. Namun menurut Yingluck, hal tersebut jelas tidak sesuai dengan konstitusi yang berlaku di Thailand.
Sejauh ini, aksi unjuk rasa di Thailand telah memakan 8 korban tewas, termasuk seorang polisi. Sedangkan sekitar 400 orang lainnya mengalami luka-luka dalam unjuk rasa yang diwarnai bentrokan.
(nvc/ndr)










































