Rekaman televisi setempat, Future TV, menunjukkan sejumlah orang terbakar hidup-hidup, sedangkan beberapa korban luka lainnya tergeletak di jalanan dan berlumuran darah. Akibat ledakan ini, sejumlah mobil dan gedung yang ada di dekat loaksi ledakan hangus terbakar dan beberapa hancur.
"Lima warga tewas dan lebih dari 50 orang luka-luka, sedangkan 10 gedung rusak cukup parah," demikian seperti dilaporkan kantor berita NNA dan dilansir AFP, Jumat (27/12/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kantor berita NNA melaporkan, ledakan ini dipicu oleh sebuah bom mobil. Bom mobil tersebut yang menewaskan Mohammad Chatah, seorang ahli ekonomi yang juga mantan penasihat PM dan mantan utusan Libanon untuk AS serta mantan Menteri Keuangan Libanon. Chatah menjabat sebagai penasihat PM sejak zaman PM Fuad Siniora dan juga PM Saad Hariri.
Dilaporkan, Chatah tewas terkena ledakan saat dalam perjalanan menghadiri rapat koalisi anti-Suriah yang digelar di kediaman Hariri di pusat kota Beirut. Chatah tergabung dengan kelompok yang mendukung oposisi Suriah yang bertekad menggulingkan rezim Presiden Bashar al-Assad.
Belum diketahui kelompok yang mendalangi serangan ini. Namun diketahui satu jam sebelum ledakan terjadi, Chatah sempat menuliskan tweet yang isinya menyalahkan Hizbullah yang mendukung rezim Assad.
"Hizbullah berusaha keras untuk mendapatkan kekuatan yang sama, baik dalam keamanan dan kebijakan luar negeri seperti yang dilakukan Suriah di Libanon selama 15 tahun," tulis Chatah dalam akun Twitter-nya merujuk pada hegemoni Suriah di Libanon, baik dalam militer dan politik yang berakhir pada 2005 lalu.
(nvc/mad)











































