Seperti dilansir AFP, Rabu (25/12), bocah malang yang tewas itu bernama Hala Abu Sabikha dari kamp pengungsian di Jalur Gaza bagian tengah. Selain Hala, serangan Israel juga melukai enam orang Palestina lain. Aksi Israel ini dilakukan menggunakan tank dan serangan udara.
Pihak militer Israel menyatakan angkatan udara, pasukan tank, dan prajuritnya menargetkan lokasi kelompok militan sebagai sasaran. Pihak Israel menyebut kelompok Islamis Hamas sebagai kelompok teror.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serangan tersebut disebutnya sebagai pembalasan atas penembakan terhadap orang Israel yang sedang bekerja memperbaiki pembatas Jalur Gaza di Jalur Gaza sebelah utara. Juru bicara kepolisian setempat menyatakan lelaki Israel yang dimaksud bernama Saleh Abu Latif (22). Dia adalah pria Badui dari selatan kota Rahat.
"Abu Latif adalah orang sipil Israel pertama yang terbunuh di sekitar Jalur Gaza sejak pertempuran November 2012 lalu," kata pihak militer Israel.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperingatkan agar Israel merespon keras serangan terhadap warganya itu.
Sebelumnya, Senin (23/12), tentara Israel menyatakan telah menembak seseorang yang mencoba meletakkan bom di dekat pagar pembatas Gaza utara. Mundur beberapa jam lagi, polisi melaporkan tentara Hamas meluncurkan roket ke Israel selatan tanpa mengakibatkan kerusakan dan korban.
Jumat (20/12), seorang rakyat Palestina ditembak dan terluka akibat aksi tentara Israel di Gaza selatan. Ini terjadi sehari sesudah satu orang Palestina tewas dan empat lainnya luka-luka di sekitar pagar tembok Gaza.
"Saya sarankan Hamas agar tak mengetas kesabaran kami," kata Menteri Pertahanan Israel Moshe Yaalon pada Selasa (24/12) waktu setempat.
Salah seorang pihak Hamas kemudian menyatakan, "Para penjajah dan pasukannya tak akan menghalangi dan menghentikan perlawanan kami!".
(dnu/tor)











































