Rentetan Serangan Udara Militer Suriah di Aleppo Tewaskan 330 Orang

Rentetan Serangan Udara Militer Suriah di Aleppo Tewaskan 330 Orang

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 24 Des 2013 12:12 WIB
Rentetan Serangan Udara Militer Suriah di Aleppo Tewaskan 330 Orang
pemberontak Suriah (Press TV)
Damaskus, - Pesawat-pesawat tempur Suriah dilaporkan telah menewaskan lebih dari 330 orang dalam rentetan serangan udara selama 9 hari terakhir. Oposisi Suriah pun mengancam tak akan mengikuti perundingan damai di Jenewa, Swiss jika bombardir itu terus terjadi.

Kelompok pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights, seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (24/12/2013) menyatakan, sebanyak 331 orang telah tewas akibat serangan-serangan udara militer Suriah sejak 15 Desember lalu. Di antara mereka termasuk 99 anak-anak.

Menurut Observatory, 30 orang di antaranya tewas pada Senin, 23 Desember kemarin dalam serangan udara di distrik Marjeh dan Soukkari di Aleppo yang dikuasai pemberontak. Para aktivis HAM merilis rekaman yang memperlihatkan sebuah sekolah yang menjadi target serangan udara di desa Marea, dekat Aleppo. Anak-anak terlihat berlarian dari sekolah tersebut dan menjerit-jerit sementara suara-suara ledakan terdengar.

Menurut sumber keamanan Suriah kepada AFP, militer Suriah terpaksa melakukan serangan udara karena kurangnya pasukan darat. Dikatakan pejabat tersebut, banyaknya warga sipil yang menjadi korban karena para pemberontak Suriah berbasis di daerah-daerah pemukiman.

Gedung Putih pun mengecam serangan-serangan udara tersebut. "Amerika Serikat mengecam serangan udara terus-menerus oleh pasukan pemerintah Suriah terhadap warga sipil, termasuk penggunaan rudal SCUD dan bom barel di Aleppo dan sekitarnya dalam sepekan terakhir," kata juru bicara Gedung Putih Jay Carney.

Oposisi utama Suriah, Koalisi Nasional pun menyerukan negara-negara Barat untuk bertindak menghentikan serangan udara tersebut. Disebutkan bahwa serangan-serangan itu telah menimbulkan bencana kemanusiaan dan membakar ekstremisme.

"Jika pengeboman rezim Assad terus dilakukan dan upayanya untuk membasmi rakyat Suriah terus berlangsung, maka koalisi tak akan ikut (pembicaraan damai) Jenewa," tegas Sekjen Koalisi Nasional Badr Jamous.

Menurutnya, kepala Koalisi Ahmad Jarba telah berhubungan dengan para menteri luar negeri Inggris dan Prancis untuk menyampaikan perihal serangan udara tersebut.

(ita/nrl)


Berita Terkait