Para petugas Batalyon Aksi Cepat, Rapid Action Battalion (RAB) menyerbu sebuah apartemen pada Minggu, 22 Desember malam waktu setempat dan menangkap para warga asing tersebut. Mereka ditangkap terkait operasi Voice over Internet Protocol (VoIP) yang menawarkan panggilan telepon internasional dengan harga murah.
"Mereka menyewa gedung tersebut untuk mengelola bisnis VoIP ilegal. Warga asing tersebut termasuk tujuh wanita. Sebanyak 32 orang dari mereka adalah warga Taiwan dan sisanya warga China. Mereka akan diserahkan ke kantor polisi hari ini," tutur juru bicara RAB Habibur Rahman seperti dikutip kantor berita AFP, Senin (23/12/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka yang ditangkap sebagian besar berumur 20-an tahun dan 30-an tahun.
Perusahaan-perusahaan telepon di Bangladesh yang menawarkan panggilan internasional -- termasuk lewat layanan VoIP -- harus mendapatkan izin dari regulator telekomunikasi negara.
Beberapa waktu sebelumnya, RAB telah menggerebek puluhan bisnis VoIP ilegal.
Bisnis VoIP sedang booming di negeri itu. Hal ini terkait dengan banyaknya warga Bangladesh yang bermukim di luar negeri. Menurut data resmi pemerintah, lebih dari 10 juta warga Bangladesh tinggal dan bekerja di luar negeri.
(ita/nrl)










































