Nelson Mandela Muda Pernah Dilatih Mossad?

- detikNews
Minggu, 22 Des 2013 17:24 WIB
Mandela muda/Reuters
Yerusalem - Dunia dihebohkan dengan pemberitaan media Israel, Haaretz, yang menyebutkan tokoh anti apartheid Afrika Selatan Nelson Mandela pernah dilatih oleh agen rahasia Mossad. Kala itu, Mandela masih muda dan dalam masa pelarian ke Ethiopia.

Huffington Post mengutip Haaretz, Sabtu (21/12/2013), menyebutkan kabar ini berasal dari sebuah surat yang menunjukkan kepergian Mandela ke Ethiopia tahun 1962. Kala itu, dia melarikan diri di tengah isu apartheid yang masih mencuat.

Mandela bersama aktivis anti apartheid lainnya terbang dari Afsel secara rahasia dan didanai oleh partai African National Council (ANC). Di Ethiopia, mereka mendapat pelatihan militer dan bela diri dari Mossad.

Menurut Haaretz, menteri Luar Negeri Israel pernah menerima surat yang ditulis oleh agen Mossad tersebut. Di dalamnya, tertulis ada seorang pria bernama David Mobsari, yang belakangan diyakini sebagai Mandela.

Isi surat ini di antaranya berbunyi:

As you may recall, three months ago we discussed the case of a trainee who arrived at the [Israeli] embassy in] Ethiopia by the name of David Mobsari who came from Rhodesia. The aforementioned received training from the Ethiopian [Israeli embassy staff, almost certainly Mossad agents] in judo, sabotage and weaponry.

He greeted our men with “Shalom”, was familiar with the problems of Jewry and of Israel and gave the impression of being an intellectual. The staff tried to make him into a Zionist.


Surat itu belakangan ditemukan oleh seorang peneliti Afsel bernama David Fachler. Dia lalu membuat kolom di Haaretz dengan melampirkan isi surat itu. Bahkan di surat disebutkan, Mandela hendak dipengaruhi untuk menjadi zionis.

Namun klaim ini tidak begitu saja dipercaya. Banyak pihak menduga, upaya ini hanya untuk menjatuhkan kredibilitas Madiba setelah kematiannya. Selama ini, Mandela dikenal lebih banyak membela kaum tertindas, salah satunya adalah Palestina yang selalu berseberangan dengan Israel.

Nelson Mandela Foundation sebagai yayasan yang didirikan Mandela juga membantah informasi ini. Mereka menyebut Mandela pernah mendapat pelatihan di Maroko dari para gerilyawan Aljazair dan di Ethiopia dari para tentara lokal. Tak pernah ada interaksi dengan Mossad.

"Tahun 2009, peneliti senior yayasan Nelson Mandela sudah ke Ethiopia dan mewawancarai pria yang masih hidup dan membantu dalam pelatihan Mandela. Tak ada hubungannya dengan Israel," tegas yayasan tersebut.


(mad/fiq)