Demikian disampaikan juru bicara Komite Palang Merah Internasional, ICRC seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (21/12/2013).
"Jasadnya akan diserahkan ke ICRC di sebuah rumah sakit Damaskus dan kemudian dibawa ke Beirut," kata Simon Schorno, juru bicara ICRC.
Jasad Khan akan berada di wilayah perbatasan Libanon pada siang hari waktu setempat, untuk selanjutkan diserahkan ke tim ICRC lainnya.
Sebelumnya, Wakil Menteri Luar Negeri Suriah Faisal Muqdad mengatakan, jasad ahli bedah ortopedi tersebut akan diangkut ke Beirut secepatnya pada Jumat, 20 Desember. Tidak jelas mengapa terjadi keterlambatan.
Penyebab kematian Khan masih misterius. Pemerintah Inggris menuding Damaskus bertanggung jawab atas kematian Dr Khan. Namun otoritas Suriah mengatakan, ahli bedah tersebut ditemukan "tergantung" di selnya. Otoritas Suriah pun menyatakan, dokter tersebut bunuh diri.
Khan ditahan karena dianggap melakukan "aktivitas yang tidak mendapat izin." Khan merupakan dokter relawan yang tergabung dalam organisasi kemanusiaan Human Aid UK yang berbasis di London, Inggris.
Khan pergi ke kota Aleppo, Suriah utara tahun lalu untuk membantu warga sipil yang terluka dalam pertempuran antara pasukan Suriah dan para pemberontak. Namun di tengah kegiatannya itu, dia ditangkap aparat Suriah.
Kelompok HAM Suriah juga menuding otoritas Suriah bersalah atas kematian Khan. Disebutkan bahwa puluhan tahanan yang diduga bunuh diri, sebenarnya telah disiksa hingga tewas oleh aparat Suriah.
(ita/ita)











































