Hal tersebut terungkap dalam dokumen yang dibocorkan whistleblower NSA, Edward Snowden. Menurut Snowden seperti dilansir News.com.au, Sabtu (21/12/2013), NSA dan Markas Komunikasi Pemerintah Inggris, Government Communications Headquarters (GCHQ) pernah memata-matai Olmert dan pejabat-pejabat Uni Eropa antara tahun 2008 dan 2011.
Dalam wawancara dengan The New York Times, Olmert mencetuskan, email tersebut hanya digunakan untuk korespondensi dengan kantornya. Karena itu menurut Olmert, kemungkinan tak ada rahasia-rahasia yang akan terkuak dari email tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam dokumen yang dibocorkan Snowden, target lain yang dimata-matai AS adalah Wakil Presiden Komisi Eropa Joaquin Almunia, gedung-gedung pemerintah Jerman dan kontraktor Pertahanan Prancis, Thales Group.
Selain itu, badan kemanusiaan anak UNICEF dan sejumlah kepala negara Afrika yang tak disebut namanya, juga diawasi oleh badan-badan intelijen AS.
(ita/ita)











































