Seorang wanita berumur 34 tahun dari kota Loudi di provinsi Hunan mengaku telah mencampurkan racun tersebut ke minuman yoghurt sebelum memberikannya kepada para siswa. Wanita yang tidak disebutkan namanya itu diduga menderita kelainan mental.
Demikian diberitakan media resmi China, Xinhua seperti dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (21/12/2013). Di antara para korban luka, tiga anak saat ini berada dalam kondisi serius.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa tahun terakhir ini telah terjadi berbagai insiden di sekolah-sekolah di China. Di saat bersamaan, keamanan makanan telah menjadi isu besar, dengan meningkatnya kasus-kasus keracunan makanan di negeri itu. Kasus-kasus ini sebagian dikarenakan lemahnya standar di pabrik-pabrik kecil.
(ita/ita)










































