Namun, dia berdalih bahwa uang tersebut bebas kepentingan dan merupakan pinjaman pribadi. Uang tersebut diberikan oleh rumah sakit Tokushukai yang selama ini terlibat berbagai skandal.
Inose terpilih sebagai gubernur salah satu kota terbesar di dunia ini sejak tahun 2012 lalu. Akibat kasus ini, pada Kamis (19/12) pagi, Inose mengajukan surat pengunduran diri kepada Pemimpin Majelis Kota Metropolitan Tokyo, Toshiaki Yoshino.
"Saya telah memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatan saya sebagai Gubernur Tokyo," ucap Inose dalam konferensi pers mendadak kepada media setempat, seperti dilansir AFP, Kamis (19/12/2013).
"Saya berniat untuk memenuhi tugas saya dengan menjelaskan kepada majelis kota, penduduk Tokyo dan seluruh rakyat Jepang, tapi dengan sangat menyesal saya tidak bisa menghilangkan keraguan yang muncul terhadap saya. Itu semata-mata karena kurangnya kebajikan saya," imbuhnya.
Inose beralasan dirinya tidak ingin membiarkan skandal ini menodai persiapan Jepang, terutama Tokyo yang akan menjadi tuan rumah Olimpiade tahun 2020 mendatang. Penganti Inose akan ditentukan dalam pemilu yang digelar awal Februari 2014 mendatang.
Pengunduran diri ini dilakukan setelah beberapa kali Inose menyampaikan pembelaan diri dan penjelasan yang tidak konsisten soal uang tersebut, di hadapan majelis Komite Urusan Umum. Pihak komite lantas berencana melakukan penyelidikan atas uang tersebut.
Media setempat memberitakan, uang tersebut diterima Inose dari Tokushukai sebelum pemilu digelar pada Desember 2012 lalu. Berulang kali, pria berusia 67 tahun menegaskan bahwa uang tersebut merupakan pinjaman pribadi dan tidak berkaitan kampanye pemilihannya sebagai Gubernur Tokyo.
(nvc/nwk)











































