Data tersebut diterima badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dari dua rumah sakit setempat. Disebutkan bahwa antara 400 dan 500 orang telah tewas di ibukota Sudan Selatan, Juba sejak Minggu, 15 Desember lalu.
Demikian disampaikan kepala misi perdamaian PBB Herve Ladsous di hadapan Dewan Keamanan PBB seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (18/12/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat pertempuran itu, antara 15 ribu dan 20 ribu orang telah mencari perlindungan ke kantor-kantor PBB di sekitar Juba.
Kepada DK PBB, Ladsous mengatakan, PBB belum bisa memverifikasi jumlah korban jiwa yang disampaikan dua rumah sakit di Juba tersebut.
Usai mendengarkan keterangan Ladsous, DK PBB mengeluarkan pernyataan berisi "keprihatinan serius" akan pertempuran yang telah menyebabkan banyaknya korban jiwa itu.
DK PBB pun menyerukan kedua belah pihak untuk segera menghentikan permusuhan.
Sekjen PBB Ban Ki-moon pun menelepon Presiden Salva Kiir dan menyerukannya untuk berdialog dengan oposisi. Ban juga berbicara dengan presiden negara tetangga Uganda, Yoweri Musseveni mengenai konflik di Sudan Selatan itu.
(ita/ita)











































