Siswa itu adalah Sam McNair. Dia bersekolah di Gwinett County Public Schools di Georgia, AS, yang setara dengan Sekolah Menengah Atas.
"Hal yang tidak berdosa dianggap sebagai hal yang sangat bertolak belakang," ucap Sam kepada CBS Atlanta dan dilansir nydailynews.com, Selasa (17/12/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam persidangan terungkap bahwa Sam berjalan di belakang seorang guru yang tidak disebut namanya. Sam kemudian melingkarkan tangannya ke bahu sang bu guru. Tindakan Sam ini tertangkap kamera CCTV sekolah.
Dari rekaman CCTV, terlihat Sam mencondongkan badannya ke depan dan pihak sekolah mengklaim remaja ini mencium sang guru di bagian leher. Sang guru berusaha menepis pelukan Sam dengan lengannya.
Membela diri, Sam menegaskan dirinya tidak pernah mencium sang guru. Remaja ini dan ibunya, April McNair menyebut keluarga mereka memang gemar memeluk.
"Saya tercengang," ucap ibunda Sam.
Dengan adanya skorsing selama setahun, berarti Sam tidak akan bisa lulus tepat waktu bersama dengan teman-temannya yang lain. Menurut April, hal ini mengganggu masa depan putranya.
"Dia senior sekarang. Dia bermain football dan bersiap untuk pertandingan lacrosse, dan Anda melucuti kesempatannya untuk mendapat beasiswa penuh bagi atlet untuk masuk universitas," ucap April.
Sang guru mengklaim dirinya pernah meminta Sam untuk tidak memeluknya. Namun Sam membantah dengan tegas bahwa sang guru pernah menyampaikan hal itu kepadanya.
Sam menyatakan, dirinya hanya bermaksud menghibur sang guru. "Anda tidak tahu hal apa yang dialami orang lain? Sebuah pelukan mungkin bisa membantu," tutur Sam.
Terhadap sanksi ini, ibunda Sam menyatakan akan mengajukan banding ke dewan sekolah setempat.
(nvc/trq)











































