Para pengungsi Suriah berjuang menghadapi cuaca dingin nan membekukan seiring badai Alexia yang melanda wilayah-wilayah Timur Tengah.
Badai musim dingin ini membuat badan-badan amal kesulitan untuk mengantarkan barang-barang bantuan ke sejumlah wilayah. Cuaca buruk juga menerpa wilayah Bekaa Valley, Libanon yang menjadi tempat bermukimnya ribuan pengungsi Suriah.
"Kami khawatir, karena sangat dingin di wilayah Bekaa, kami sangat khawatir akan para pengungsi yang tinggal di tenda-tenda darurat, karena banyak tenda yang sangat di bawah standar," demikian pernyataan badan urusan pengungsi PBB, UNHCR seperti dilansir Press TV, Jumat (13/12/2013).
Cuaca dingin tersebut juga bisa mengakibatkan menyebarnya penyakit pernapasan di kalangan pengungsi Suriah yang bernaung di Turki, Yordania dan Libanon.
Menurut PBB, lebih dari dua juta pengungsi Suriah tinggal di negara-negara tetangga. Setidaknya separuh di antara mereka adalah anak-anak.
Suriah telah dilanda pergolakan sejak Maret 2011 silam. Menurut PBB, lebih dari 100 ribu orang telah tewas selama konflik berkepanjangan itu. Negara-negara Barat dan sekutu-sekutu mereka di wilayah tersebut, khususnya Qatar, Arab Saudi dan Turki dilaporkan mendukung para pemberontak Suriah yang berupaya menggulingkan rezim Presiden Bashar al-Assad.
(ita/ita)











































