Pria AS yang Hilang di Iran Selama 6 Tahun Ternyata Bekerja untuk CIA

Pria AS yang Hilang di Iran Selama 6 Tahun Ternyata Bekerja untuk CIA

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 13 Des 2013 16:58 WIB
Pria AS yang Hilang di Iran Selama 6 Tahun Ternyata Bekerja untuk CIA
Robert Levinson (CNN/FBI)
Washington - Seorang warga Amerika Serikat yang dilaporkan hilang di Iran sejak enam tahun lalu belakangan diketahui bekerja untuk badan intelijen CIA. Pria ini berada di Iran bukan untuk urusan bisnis seperti diklaim pejabat AS sebelumnya.

Robert Levinson yang merupakan pensiunan FBI ini ternyata dibayar oleh CIA untuk mengumpulkan informasi intelijen dari seluruh dunia. Demikian seperti diberitakan media AS, Associated Press dan The Washington Post serta dilansir AFP, Jumat (13/12/2013).

Levinson terbang ke Iran, tepatnya ke Kish Island, yang merupakan kawasan resort pada Maret 2007 lalu untuk menyelidiki kasus korupsi di negara tersebut. Dengan tujuan lain untuk mengumpulkan informasi lain soal program nuklir Iran yang dicurigai AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tapi tak diduga, Levinson tiba-tiba hilang begitu saja. Pejabat AS lantas mengumumkan ke publik bahwa Levinson seorang warga negara biasa yang sedang berkunjung ke Iran untuk urusan bisnis, menghilang.

Usut punya usut, CIA melakukan pelanggaran aturannya sendiri. Tim analis dari badan intelijen ini memperkerjakan Levinson, yang memiliki banyak pengetahuan tentang lingkaran dalam kriminal Rusia, untuk mengumpulkan informasi intelijen bagi CIA.

Informasi ini yang akhirnya terbongkar. Bahkan dilaporkan setalah Kongres AS mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, CIA terpaksa memecat tiga analisnya dan tujuh stafnya yang lain menghadapi hukuman disiplin.

Menghindari adanya gugatan hukum, CIA dilaporkan membayar keluarga Levinson dengan uang mencapai US$ 2,5 juta atau setara Rp 30 miliar. Selain itu, CIA juga memberlakukan larangan baru bagi para analisnya untuk bekerja sama dengan orang luar.

Hingga saat ini, tidak ada bukti foto maupun video yang menunjukkan Levinson masih hidup. Beberapa pejabat senior AS menuturkan, kemungkinan besar otoritas Iran telah mengetahui kaitan Levinson dengan CIA.

Beberapa pejabat AS menduga kuat bahwa Levinson telah meninggal dunia. Namun FBI tetap bertekad untuk membawanya pulang ke AS. Sementara otoritas Iran sendiri membantah tahu mengenai keberadaan Levinson.

Belum ada komentar resmi dari CIA mengenai laporan ini.

(nvc/trw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini