Julie Hautzenroeder tercatat sudah 10 tahun menjadi guru ilmu pengetahuan di sekolah menengah Colerain High, Ohio. Hautzenroeder merupakan orang tua tunggal dengan seorang anak perempuan berusia 8 tahun.
"Dia dalam posisi memiliki wewenang dan mengemban kepercayaan, yang telah dilanggar," ujar Hakim Norbert Nadel saat membacakan putusan, seperti dilansir USA Today, Kamis (12/12/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasus ini berawal ketika Hautzenroeder mengirimkan pesan cabul kepada muridnya. Wanita berusia 37 tahun ini mengakui hal tersebut. Namun penyelidikan kepolisian mengungkapkan hal yang lebih parah.
Hautzenroeder meminta bantuan seorang rekannya untuk mengantarkan dua murid laki-lakinya yang berusia 16 tahun, ke rumahnya. Dia kemudian memberi mereka alkohol dan juga mariyuana.
Yang paling fatal, Hautzenroeder berhubungan seks dengan kedua muridnya tersebut. Parahnya lagi, putri Hautzenroeder sedang berada di kamar sebelah ketika dia sibuk bercinta dengan kedua muridnya.
Dalam persidangan sebelumnya, Hautzenroeder divonis bersalah atas dakwaan penyerangan seksual. "Anda bodoh dan tidak bertanggung jawab," ucap hakim Nadel kepadanya.
Kepada hakim, Hautzenroeder memohon untuk tidak dijebloskan ke penjara karena takut melukai anak perempuannya. "Saya memohon kepada Anda, bukan untuk saya tapi untuk anak saya karena hanya saya satu-satunya orangtuanya, tolong, tolong ... Saya tidak tega melihatnya tidak bisa merayakan Natal yang paling dia tunggu sepanjang hidupnya," ucapnya.
Hakim Nadel menjatuhkan vonis 2 tahun penjara namun mengizinkan Hautzenroeder untuk menjalani masa hukumannya setelah Natal. Terhitung sejak 13 Januari 2014, mantan ibu guru ini harus mendekam di penjara.
(nvc/ita)











































