Tewaskan 4 Orang, Remaja Kaya AS Hanya Dihukum Percobaan

Tewaskan 4 Orang, Remaja Kaya AS Hanya Dihukum Percobaan

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 12 Des 2013 13:59 WIB
Tewaskan 4 Orang, Remaja Kaya AS Hanya Dihukum Percobaan
Ethan Couch (ABC 8 WFAA/nydailynews.com)
Texas -

Sorang remaja anak orang kaya di Texas, Amerika Serikat lolos dari bui setelah menewaskan 4 orang dalam kecelakaan mengemudi sambil mabuk. Remaja berusia 16 tahun ini hanya dijatuhi hukuman percobaan selama 10 tahun oleh pengadilan setempat.

Ethan Couch awalnya terancam hukuman penjara 20 tahun atas kecelakaan maut yang terjadi pada Juni lalu, di sebuah wilayah pedesaan di Texas. Vonis ringan tersebut dijatuhkan hakim setelah pengacara Couch berargumen bahwa orangtua kliennya tidak pernah mengajarinya mana hal yang salah, mana yang benar.

Tim pengacara memohon pengadilan untuk mengirimkan Couch ke fasilitas rehabilitasi mewah di Southern California yang berbiaya US$ 500 ribu setiap tahun. Kini, Couch berada dalam tahanan remaja hingga otoritas setempat memutuskan hal apa yang akan dilakukan kepadanya. Demikian seperti dilansir nydailynews.com, Kamis (12/12/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terungkap dalam persidangan bahwa Couch sedang di bawah pengaruh alkohol dan juga valium, semacam obat penenang, saat kecelakaan terjadi. Mobil Ford F-350 yang dikemudikan Couch hilang kendali dan menabrak sebuah mobil yang sedang mogok di pinggir jalan di wilayah Burleson.

Pengemudi mobil tersebut beserta tiga warga setempat yang sedang membantu memperbaiki mobil, tewas seketika. Korban tewas bernama Breanna Micthell (24) si pemilik mobil yang mogok, Hollie Boyles (52) dan Shelby Boyles (21) yang merupakan ibu-anak, serta seorang pastur muda Brian Jennings (41).

Tujuh remaja lainnya ada di dalam mobil yang dikemudikan Couch saat kecelakaan terjadi. Dua orang bahkan duduk di bagian belakang mobil berbentuk truk ini. Kedua remaja tersebut mengalami luka paling parah. Salah satu dari mereka, Sergio Molina mengalami kelumpuhan dan kerusakan otak. Molina masih koma setelah berbulan-bulan.

Saksi ahli dalam kasus ini, psikolog Dr G Dick Miller menyalahkan orangtua Couch yang dianggap tidak mendidik putranya dengan baik. Hasil pemeriksaan Dr Miller menyebutkan bahwa Couch merupakan anak korban broken home yang bisa mendapat apa saja yang dia mau dari orangtuanya yang kaya raya.

Dalam kondisi ini, Couch sama sekali tidak memahami konsekuensi akan setiap tindakan yang dilakukannya. Dr Miller menyatakan, Couch mengalami kondisi 'affluenza', semacam sindrom yang dialami anak orang kaya yang membuatnya percaya bahwa uang bisa menyelesaikan segalanya.

Couch tidak pernah dilatih disiplin, dia mengkonsumsi alkohol sejak remaja dan dibiarkan mengemudi mobil sejak usia 13 tahun. "Remaja ini tidak pernah belajar jika kamu harus minta maaf kalau menyakiti orang lain. Jika kamu melukai seseorang, kamu memberinya uang," tandas Dr Miller.

Putusan pengadilan yang terlalu ringan ini menuai kemarahan keluarga korban. "Uang tampaknya selalu melepaskannya (Couch) dari masalah. Dan akhirnya hari ini, saya merasa bahwa uang memang berkuasa. Jika saja itu remaja lain, kondisinya pasti akan berbeda," ucap Eric Boyles yang merupakan suami dan ayah dari dua korban tewas.

(nvc/ita)


Berita Terkait