Insiden itu terjadi di distrik Kha Pho, provinsi Pattani hari ini. Bom seberat 50 kilogram tersebut disembunyikan dalam sebuah tabung gas dan diledakkan dengan peralatan telepon genggam pada Rabu siang waktu setempat. Bom tersebut diledakkan ketika sebuah truk militer datang melintas.
Demikian disampaikan seorang polisi di distrik Kha Pho seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (11/12/2013). Dikatakan polisi yang tak ingin disebutkan namanya itu, selain menewaskan empat tentara, 12 tentara lainnya terluka dalam kejadian itu. Sebanyak enam orang di antaranya saat ini dalam kondisi kritis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, kepolisian di provinsi Yala mengatakan, dua warga desa tewas ditembak pada Selasa, 10 Desember kemarin. Namun tidak disebutkan lebih detail mengenai insiden penembakan itu.
Lebih dari 5.500 orang telah tewas di wilayah konflik Thailand selatan sejak tahun 2004. Kelompok-kelompok pemberontak dituding mendalangi aksi-aksi pengeboman dan penembakan yang terjadi nyaris setiap hari di wilayah mayoritas muslim tersebut. Aparat keamanan dan mereka yang terkait dengan pemerintah kerap menjadi target serangan. Begitu pula dengan warga muslim yang dianggap bekerja sama dengan otoritas Thailand.
(ita/ita)










































