Senator Republik Kecam Jabat Tangan Obama dengan Raul Castro

Senator Republik Kecam Jabat Tangan Obama dengan Raul Castro

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 11 Des 2013 17:22 WIB
Senator Republik Kecam Jabat Tangan Obama dengan Raul Castro
Obama berjabat tangan dengan Raul Castro (Getty Images)
Washington -

Momen bersejarah terjadi dalam acara mengenang mendiang Nelson Mandela di Afrika selatan. Presiden Amerika Serikat Barack Obama berjabat tangan dengan Presiden Kuba, Raul Castro. Namun hal ini menuai kritikan dari kubu Partai Republik.

Banyak kepala negara dan kepala pemerintahan yang hadir dalam acara mengenang Mandela yang berlangsung di Stadion Soweto, Johannesburg. Tak terkecuali Raul Castro yang menggantikan saudaranya yang diktator Kuba, Fidel Castro.

Terlihat dalam jepretan kamera wartawan, Obama dan Raul tengah berdiri saling berhadapan sambil berjabat tangan. Momen ini tentu sangat langka mengingat hubungan diplomatik AS dengan Kuba yang sangat tidak baik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gedung Putih telah mengeluarkan pernyataan menanggapi momen langka tersebut. Menurut Gedung Putih, jabat tangan tersebut bersifat spontan dan tidak direncanakan sebelumnya. Namun tetap saja kubu Republik bereaksi keras.

"Itu sama saja memberi propaganda bagi Raul, untuk melanjutkan rezimnya yang brutal dan penuh kediktatoran, itu saja," kritik Senator Republik John McCain seperti dilansir AFP, Rabu (11/12/2013).

Menurut McCain, adalah kesalahan besar untuk berjabat tangan dengan orang yang menempatkan rakyat Amerika di dalam penjara. Pernyataan ini merujuk pada penahanan kontraktor AS Alan Gross di penjara Kuba yang sudah berlangsung 4 tahun. Gross ditahan karena mendistribusikan perlengkapan komunikasi untuk warga Yahudi.

"Apa maksudnya?" jawab McCain ketika ditanya apakah Obama memang harus berjabat tangan dengan Raul Castro. "Neville Chamberlain berjabat tangan dengan Hitler," imbuhnya merujuk pada Perdana Menteri Inggris dan pemimpin Nazi yang bermusuhan namun kemudian berjabat tangan pada tahun 1938 silam menandai Perjanjian Munich.

Senator Marco Rubio yang orangtuanya meninggalkan Kuba tiga tahun sebelum Fidel Castro berkuasa, juga memberi kritikan. Namun dia memberikan reaksi yang lebih jelas. "Obama seharusnya bertanya kepadanya tentang hak kebebasan yang diajarkan Mandela dengan yang diabaikan di Kuba," ucapnya kepada ABC News.

Senator Republik lainnya, James Inhofe menyebut jabat tangan Obama dengan Raul Castro tidak pantas dilakukan. Di sisi lain, kontroversi yang muncul ditanggapi santai oleh Senator Demokrat Carl Levin. "Saya pikir terlalu banyak spekulasi soal jabat tangan itu," ucapnya.

AS memberlakukan embargo terhadap Kuba selama 52 tahun terakhir. Namun hubungan AS dengan negara komunis tersebut sedikit mencair ketika Obama mengungkapkan ingin menjangkau musuh-musuh AS, termasuk Kuba.

(nvc/ita)


Berita Terkait