6 Temuan Mengejutkan Soal Pembantaian di Mal Kenya

6 Temuan Mengejutkan Soal Pembantaian di Mal Kenya

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 11 Des 2013 16:25 WIB
6 Temuan Mengejutkan Soal Pembantaian di Mal Kenya
Nairobi, -

Sejumlah fakta mengejutkan terkuak dari hasil penyelidikan mendalam yang dilakukan kepolisian New York, Amerika Serikat (NYPD) atas peristiwa pembantaian di Mal Westgate, Nairobi, Kenya.

Laporan penyelidikan NYPD itu menunjukkan tidak kompetennya militer dan polisi Kenya dalam menghadapi peristiwa penyerangan pada September itu. Laporan NYPD ini juga mematahkan klaim-klaim otoritas Kenya seputar pembantaian yang menewaskan lebih dari 60 orang itu.

Berikut fakta-fakta mengejutkan itu seperti dilansir News.com.au, Rabu (11/12/2013):

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Pelaku hanya 4 orang

Otoritas Kenya telah berulang kali menyatakan bahwa setidaknya 15 penyerang bersenjata berat dari kelompok militan Al-Shabaab terlibat dalam pembantaian di Mal Westgate, yang membuat kewalahan polisi dan militer Kenya selama tiga hari.

Pelaku penyerangan mal tersebut ternyata hanya 4 orang, bukan 15 orang seperti yang diklaim otoritas Kenya. Menurut hasil penyelidikan NYPD, keempat orang itu bertindak dalam dua tim yang saling berkoordinasi via telepon genggam.

Kepala Kepolisian New York Ray Kelly mengatakan, para penyelidik NYPD tidak mengetahui persis berapa jumlah militan yang terlibat. "Namun kami yakin hanya ada empat penembak," tutur Kelly.

2. Pelaku hanya bersenjata ringan

2. Pelaku hanya bersenjata ringan

Dalam laporan NYPD juga terungkap, dari hasil analisa rekaman video dan uji balistik, para pelaku hanya membawa senjata ringan seperti senapan AK-47 dan granat. Sementara otoritas Kenya mengklaim para pelaku bersenjata berat senapan mesin.

Menurut NYPD, tiga granat dilemparkan pelaku saat mereka akan masuk ke dalam mal. Setelah itu para teroris melepaskan tembakan ke para pengunjung yang berlarian. Tak ada ledakan hebat yang diakibatkan ulah teroris.

Bahkan kerusakan parah di mal tersebut bukan akibat ulah teroris namun disebabkan oleh rudal-rudal antitank yang dilepaskan militer Kenya ke mal tersebut.

3. Polisi sempat ditembaki tentara Kenya

Menurut laporan penyelidikan NYPD seperti dilansir News.com.au, Rabu (11/12/2013), tim respons taktis kepolisian Kenya baru tiba di lokasi kejadian sekitar 90 menit setelah serangan pertama. Dari sini, kebingungan pun terjadi. Aparat polisi dan militer Kenya tampaknya tidak saling berkomunikasi saat kejadian.

Ini terbukti saat tim polisi berpakaian preman bergerak masuk ke dalam mal. Para tentara Kenya yang mengira mereka adalah para teroris langsung menembaki polisi-polisi tersebut. Di antara korban jiwa dalam pembantaian itu termasuk komandan tim respons taktis kepolisian.

Dari sinilah berkembang cerita tentang para teroris yang bersenjata berat dan mengenakan baju lengkap antisenjata. Padahal mereka adalah para polisi.

4.Tak ada penyanderaan

Fakta lain yang diungkap NYPD adalah tak ada aksi penyanderaan dalam peristiwa yang menewaskan lebih dari 60 orang itu. Semula soal sandera ini dijadikan alasan lambannya respons militer Kenya dalam penyerangan mal yang terjadi September lalu itu.

Namun menurut NYPD, tak ada yang disandera. Para pelaku ingin membunuh orang sebanyak yang mereka bisa. Mereka mengajukan pertanyaan terkait agama Islam kepada para korban untuk menguji apakah mereka muslim atau tidak. Mereka yang tak bisa menjawab pertanyaan itu langsung ditembak mati.

5. 'Janda Putih' tidak terlibat

5. Laporan NYPD juga menyebutkan, wanita Inggris bernama Samantha Lewthwaite alias 'janda putih' tidak terlibat dalam serangan itu.

Menurut laporan NYPD, hasil analisa rekaman CCTV dan kesaksian para saksi mata, mengindikasikan bahwa tak ada wanita yang terlibat dalam peristiwa di Mal Westgate itu.

6. Pelaku sudah kabur di hari pertama

Hal lain yang mengejutkan adalah tentang penyerangan mal yang berlangsung selama tiga hari. Namun menurut penyelidikan NYPD, tak ada bukti bahwa para teroris masih berada di lokasi setelah 12 jam pertama penyerangan.

Menurut NYPD, setidaknya seorang pelaku terluka di bagian kaki. Serangan mereka sebenarnya hanya berlangsung enam jam. Setelah itu, para teroris bersembunyi di sebuah ruang penyimpanan barang dan mengurus rekan mereka yang terluka sebelum kemudian kabur dari mal tersebut.

Ditegaskan NYPD, tak ada bukti bahwa pelaku masih berada di mal itu setelah pukul 12.15 waktu setempat pada 22 September. Namun entah mengapa, peristiwa itu masih terus berlangsung dua hari kemudian. Yang jelas, selama waktu itu, rekaman CCTV memperlihatkan sejumlah tentara Kenya menjarah pusat perbelanjaan kelas atas tersebut.
Halaman 2 dari 7
(ita/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads