Wakil Menteri Dalam Negeri Singapura, S Iswaran menuturkan bahwa rincian larangan tersebut, seperti jam berapa akan diberlakukan dan di wilayah mana saja akan diberlakukan, akan disusun oleh pihak kepolisian.
Penyebab pasti kerusuhan tersebut masih diselidiki secara mendalam oleh aparat setempat. Iswaran juga menyatakan, masih terlalu dini untuk menduga penyebab kerusuhan yang diawali oleh tabrakan fatal tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan itulah mengapa kita mengambil langkah ini dalam rangka menstabilkan situasi," imbuhnya usai mengunjungi lokasi kejadian.
Sementara Menteri Tranportasi yang juga anggota parlemen wilayah tersebut, Lui Tuck Yew mengatakan, dirinya sangat berniat menertibkan penjualan alkohol di wilayah tersebut. Terlebih usai mengetahui bahwa peredaran dan perkembangan izin minuman keras di wilayah tersebut sangat pesat.
"Saya tahu bahwa konstituen saya akan mendukung sepenuhnya langkah ini," ucapnya.
Iswaran dan Lui datang mengunjungi lokasi kejadian kemarin (10/12). Mereka sempat berbicara dengan para pemilik toko di kawasan Little India, atau tepatnya di sekitar jalan Race Course Road.
Beberapa versi soal tabrakan bus yang memicu kerusuhan tersebut beredar melalui media setempat. Tabrakan itu menewaskan seorang warga India bernama Sakthivel Kumaravelu (33) yang diketahui bekerja sebagai pekerja konstruksi di Singapura.
Media setempat melaporkan bahwa Kumaravelu dalam kondisi mabuk ketika dia dipaksa masuk ke dalam bus yang sudah penuh penumpang. Beberapa saat kemudian, Kumaravelu diminta keluar dari bus karena berbuat onar. Menurut Straits Times, Kumaravelu terjatuh dan terjepit ban belakang sebelah kiri ketika bus tersebut hendak memutar balik.
Polisi yang ada di dekat lokasi berusaha melepaskan tubuh Kumaravelu, namun mereka malah diserang oleh kerumunan orang yang berkumpul di lokasi kejadian. Kerumunan orang tersebut menjadi semakin brutal dan kerusuhan pun tak terhindarkan.
Laporan lain yang dikutip Straits Times dari editor surat kabar Bengali, Banglar Kantha menyebutkan bahwa Kumaravelu terjatuh di persimpangan jalan Race Course Road dan Tekka Lane. Tak lama kemudian, dia ditabrak sebuah bus yang melintasi perempatan tersebut. Insiden ini terjadi di depan kerumunan pekerja lainnya.
Pengemudi bus tersebut yang diketahui bernama Lim, diserang dan dilempari batu oleh kerumunan massa. Pria berusia 55 tahun ini mengalami cedera di kepala, lengan, punggung dan kakinya. Bus yang dikemudikan Lim ini biasa membawa para pekerja termasuk Kumaravelu ke asrama mereka yang ada di kawasan industri Jurong di bagian barat Singapura.
(nvc/ita)











































