PM Thailand Bersikeras Menolak Seruan Demonstran Untuk Mundur

PM Thailand Bersikeras Menolak Seruan Demonstran Untuk Mundur

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 10 Des 2013 15:39 WIB
PM Thailand Bersikeras Menolak Seruan Demonstran Untuk Mundur
PM Yingluck Shinawatra (AFP)
Bangkok, - Aksi demonstrasi antipemerintah terus terjadi di Bangkok, Thailand. Perdana Menteri (PM) Thailand Yingluck Shinawatra menolak seruan para demonstran untuk mengundurkan diri menjelang pemilihan umum yang akan digelar dalam waktu dekat.

Bahkan Yingluck pun meminta para demonstran untuk menghentikan "revolusi rakyat" mereka.

Aksi demo telah melanda Bangkok sejak sebulan terakhir. Seratusan ribu demonstran menuntut pengunduran diri PM Yingluck dan pemberantasan pengaruh kakaknya, mantan PM Thaksin Shinawatra di kerajaan itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada Senin, 9 Desember kemarin, Yingluck menyerukan pemilu baru sebagai upaya untuk meredakan krisis politik. Namun para demonstran tidak puas dengan hal itu. Mereka tetap menyerukan Yingluck mundur saat ini juga.

Atas seruan demonstran itu, Yingluck menegaskan bahwa pemerintahannya secara hukum terikat untuk bertindak sebagai pemerintahan interim sampai pemilu digelar.

"Saya ingin para demonstran berhenti dan menggunakan sistem pemilu untuk memilih siapa yang akan menjadi pemerintahan mendatang," kata Yingluck kepada para wartawan usai sidang kabinet hari Selasa ini.

Yingluck pun tampak emosional kala ditanyai mengenai seruan demonstran agar keluarganya diusir dari Thailand. "Saya telah mundur sejauh yang saya bisa -- berikan saya keadilan," cetusnya.

Sebelumnya, pemimpin demonstran Suthep Thaugsuban telah menolak usulan pemilu dan bertekad akan membentuk pemerintahan paralel yang akan membekukan sistem demokrasi di Thailand dan menyusun ulang konstitusi negara.

Dia pun mengeluarkan ultimatum bagi Yingluck dan para koleganya untuk mundur dari pemerintahan sementara.

(ita/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini