Sebuah lilin tampak menyala di dalam sel penjara yang pernah dihuni mendiang Nelson Mandela. Sel penjara di Robben Island, Afrika Selatan ini menjadi tempat pahlawan anti-apartheid ini menghabiskan hidupnya selama 27 tahun.
Pulau tersebut telah dijadikan museum dan juga tujuan wisata yang ramai. Para pengunjung bisa menyaksikan sel penjara berukuran 2,5 x 2,1 meter, yang merupakan sel yang pernah ditempati Mandela saat menjalani masa hukumannya.
Lilin mulai dinyalakan di dalam sel nomor lima sejak hari kematian Mandela pada Kamis (5/12) lalu. Lilin tersebut baru akan dimatikan setelah pemakaman Mandela dilakukan pada Minggu 15/12) mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Robben Island, kondisinya sangat keras tapi dia (Mandela-red) dan tahanan lainnya berhasil melawan kesulitan yang ada," imbuhnya.
Staf yang bekerja di museum tersebut, termasuk juga para bekas tahanan yang kini menjadi pemandu wisata, mengaku merasa kehilangan atas kepergian Mandela. "Semua orang sedih karena sebagian besar kolega saya memiliki hubungan atau keterkaitan personal dengannya, karena dari waktu ke waktu dia biasa mengunjungi Robben Island ketika dia masih memiliki tenaga," ucap Mkhize.
Karangan bunga bisa diletakkan di tempat kedatangan kapal feri yang ada di Robben Island, Cape Town. Demikian juga di halaman penjara yang tadinya menjadi tempat para tahanan beraktivitas di luar, seperti memecah batu. Buku duka cita juga disediakan di museum tersebut.
Museum ini juga akan menggelar upacara mengenang Mandela pada Selasa (10/12) pagi waktu setempat.
(nvc/ita)










































