Kerry seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (10/12/2013) juga menyerukan otoritas China untuk membebaskan istri Liu, Liu Xia dari tahanan rumah.
"Kami menyerukan dengan keras otoritas China untuk membebaskan Liu Xiaobo, menghentikan penahanan rumah Liu Xia dan menjamin seluruh perlindungan HAM dan kebebasan yang diakui secara internasional bagi Liu Xiaobo dan semua anggota keluarganya," kata Kerry dalam statemennya.
"Kami terus meyakini bahwa respek akan HAM internasional adalah penting bagi pertumbuhan, kemakmuran dan stabilitas jangka panjang China," tandas pejabat tinggi AS tersebut.
Liu ditahan pada tahun 2008 setelah memelopori Piagam 08, petisi tegas soal perlindungan HAM di negeri komunis itu. Setahun kemudian, pria itu dijatuhi vonis penjara 11 tahun atas dakwaan subversi.
Pemerintah China pun melontarkan kemarahan atas keputusan panitia Nobel yang memberikan hadiah bergengsi Nobel Perdamaian untuk Liu. Otoritas China pun mencoba memblokir semua pemberitaan mengenai hal itu dan menetapkan istri Liu sebagai tahanan rumah.
Para pendukung Liu terus menyerukan pembebasan aktivis tersebut. Mereka khawatir tekanan terhadap otoritas China perlahan-lahan akan mengendur seiring berjalannya waktu dan redupnya pemberitaan soal ini.
(ita/ita)











































