Kedua mahasiswa itu tewas akibat luka-luka yang diderita mereka saat terjadi bentrokan ganas antara aparat polisi dan mahasiswa yang berdemo di kampus tersebut. Dalam peristiwa yang terjadi Senin, 9 Desember waktu setempat itu, para mahasiswa berunjuk rasa untuk menuntut dikembalikannya Mohamed Morsi ke kursi presiden.
Di tengah aksi unjuk rasa, seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (10/12/2013), aparat polisi bergerak masuk ke lingkungan kampus dan melepaskan gas air mata untuk membubarkan para demonstran. Setidaknya 200 mahasiswa demonstran luka-luka dalam insiden itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam insiden ini, puluhan mahasiswa pun ditangkap. Ini merupakan aksi demo kedua kalinya yang digelar para mahasiswa universitas ternama Mesir itu.
Pada November lalu, pengadilan Mesir menjatuhkan vonis penjara 17 tahun bagi 12 mahasiswa Al-Azhar yang pro-Morsi atas dakwaan menyerang kantor pusat universitas tersebut.
Selain di Al-Azhar, universitas-universitas lain telah menjadi ajang demonstrasi para pendukung Morsi sejak dimulainya tahun ajaran baru pada September lalu.
Mesir terus mengalami pergolakan sejak 3 Juli lalu, ketika militer Mesir menggulingkan pemerintahan Morsi, membekukan konstitusi dan membubarkan parlemen. Militer Mesir juga menunjuk kepala Mahkamah Konstitusi Tertinggi, Adly Mahmoud Mansour sebagai presiden interim Mesir.
(ita/ita)











































