Juru bicara penjaga pantai wilayah Sulu, Letnan Jomark Angue mengatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (7/12/2013) para pelaku diduga merupakan para perompak. Namun belum jelas mengapa mereka menyerang para awak kapal nelayan tersebut.
Dalam insiden yang terjadi wilayah konflik Sulu itu, kelima korban tersebut sempat melompat dari kapal mereka. Namun para pelaku tetap menembaki mereka saat akan loncat ke laut. Setelah itu, pria-pria bersenjata itu pun kabur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut sumber-sumber penegakan hukum setempat, serangan itu kemungkinan sebagai bagian dari upaya pemerasan oleh kelompok-kelompok bersenjata yang beroperasi di Sulu.
Di antara kelompok itu termasuk para militan Abu Sayyaf yang disebut-sebut terkait Al-Qaeda. Kelompok radikal ini dikenal akan serangan-serangan teroris paling mengerikan dalam sejarah Filipina, termasuk pengeboman, penculikan dan kejahatan lainnya. Abu Sayyaf juga diketahui aktif di Sulu beserta kelompok-kelompok terlarang lainnya.
(ita/ita)











































