Seluruh korban tewas berjenis kelamin laki-laki. Saat kejadian, pada Selasa (3/12) malam, mereka sedang menumpang truk pick-up menuju ke wilayah Nongchik, Provinsi Pattani. Tiba-tiba mobil tersebut diserang sekelompok pria bersenjata dan mereka dibantai.
"Motif penembakan ini terkait dengan pemberontakan," ujar kepala kepolisian Nongchik, Kolonel Yukol Prasatnanont seperti dilansir AFP, Rabu (4/12/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, dalam insiden terpisah dilaporkan seorang warga desa setempat (49) tewas ditembak di rumahnya yang ada di wilayah Kapho, Pattani.
Lebih dari 5.700 orang tewas akibat konflik sektarian yang pecah di wilayah Thailand bagian selatan, yang mayoritas dihuni warga muslim setempat. Serangan terhadap tentara keamanan maupun terhadap warga sipil terjadi nyaris setiap hari.
Otoritas setempat tengah berusaha menyelesaikan konflik yang terjadi melalui dialog dengan kelompok militan setempat. Namun upaya ini terhambat karena adanya unjuk rasa besar-besaran di Thailand yang menuntut Perdana Menteri Yingluck Shinawatra mundur dari jabatannya.
"Kami akan berusaha menggelar dialog bulan ini, tapi jika tidak bisa terpaksa kami tunda," ucap Kepala Dewan Keamanan Nasional Thailand, Paradorn Pattanatabut.
(nvc/mad)











































