"Sekarang kami menggunakan generator," ucap pejabat senior kepolisian setempat, Letnan Jenderal Polisi Prawut Thavornsiri kepada AFP, Kamis (28/11/2013).
Thavornsiri menuturkan, ada sekitar 1.000 orang demonstran yang berkumpul di luar markas besar Kepolisian Thailand di Bangkok. Meski sebagian besar demonstran antipemerintah memilih istirahat pada hari ini, namun masih ada demonstran lain yang memang berniat menduduki markas kepolisian setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para demonstran sengaja merusak dan memotong kabel suplai listrik bagi markas kepolisian. Aksi ini juga berdampak pada rumah sakit yang tepat berada di sebelah markas kepolisian.
Namun untungnya pemutusan aliran listrik tersebut hanya mengenai gedung bagian forensik dan tidak berdampak pada fasilitas utama rumah sakit.
Belum diketahui pasti bagaimana reaksi kepolisian terhadap aksi provokatif ini. Namun sejauh ini, aparat maupun otoritas Thailand memilih untuk menghindari konfrontasi langsung dengan para demonstran.
Terlebih PM Yingluck menyatakan, dirinya ingin menghindarkan kekerasan. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari terulangnya pertumpahan darah tahun 2010 yang semakin memperdalam konflik politik setempat.
Para demonstran menuntut penggulingan Yingluck dari kursi perdana menteri Thailand. Penyebabnya, Yingluck dianggap sebagai boneka kakaknya, Thaksin Shinawatra yang digulingkan militer dari kursi PM Thailand pada tahun 2006 lalu. Para demonstran menyerukan mereka tidak akan berhenti sebelum pemerintah memenuhi tuntutan mereka.
Terhadap kondisi ini, ada satu opsi yang bisa dilakukan Yingluck sebagai PM, yakni membubarkan parlemen dan mengumumkan pelaksanaan pemilu dalam waktu dekat. Keputusan ini tidak terlalu berisiko mengingat partai-partai politik pro-Thaksin selalu memenangkan pemilu selama satu dekade terakhir.
(nvc/mad)











































