Emma Wilson (25) diyakini kerap memukuli bayi laki-lakinya yang bernama Callum. Bocah malang tersebut dinyatakan meninggal dunia pada Maret 2011 lalu, akibat cedera otak parah. Hasil autopsi terhadap jasad Callum menunjukkan bayi tersebut mengalami retak tulang rusuk, retak tulang di bagian lengan dan kaki sebelah kiri.
Wilson bersikeras membantah dakwaan pembunuhan yang dijeratkan kepadanya. Dalam persidangan, dia mengklaim bahwa kakak laki-laki Callum yang berusia 23 bulan yang sering melukai anaknya hingga berujung kematian. Demikian seperti dilansir Daily Mail, Kamis (28/11/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di persidangan, Wilson menyalahkan anak sulungnya sebagai penyebab kematian Callum. Menurutnya, anak tertuanya yang masih balita itu kerap melemparkan benda ke Callum dan melukainya.
"Dia (anak sulungnya) hiperaktif dan sering cemburu dengan Callum. Dia sering kasar terhadapnya (Callum). Dia suka mencakar wajah Callum dan memicu luka cakaran dan memar," ucapnya di persidangan.
Namun juri dalam persidangan tidak mempercayai begitu saja. Ditunjukkan juga foto-foto Callum yang diambil oleh Wilson sebelum bayi tersebut tewas. Terlihat jelas adanya memar dan luka cakaran di wajahnya. Wilson bersikeras mengklaim dirinya tidak pernah melukai anaknya sendiri.
Dalam persidangan terungkap bahwa Wilson mengandung Callum setelah melakukan hubungan seks one night stand dengan orang yang tidak disebut namanya. Parahnya, begitu lahir, Callum dititipkan di panti asuhan oleh Wilson. Dia dititipkan selama 7 bulan dengan alasan kekasihnya tidak ingin melihatnya.
Pada tahun 2010, Wilson memutuskan untuk merawat sendiri anaknya. Namun beberapa bulan kemudian, pertugas dinas sosial yang rutin mengunjungi rumahnya mendapati luka-luka pada wajah dan tubuh Callum. Kasus ini pun bergulir ke pengadilan. Persidangan kasus ini masih terus berlanjut.
(nvc/nwk)











































